Dua Macan Tutul Jawa Tertangkap Kamera di Gunung Gede-Pangrango

Dua Macan Tutul Jawa Tertangkap Kamera di Gunung Gede-Pangrango
Dua macan tutul terekam kamera beraktivitas di Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango, Jawa Barat. Foto: Instagram/BB TNGGP
Ikhtisar
  • Dua individu Macan Tutul Jawa tertangkap kamera beraktivitas di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
  • Satu individu berwarna normal dan satunya berwarna hitam gelap (melanistik) yang kerap disebut masyarakat sebagai "macan kumbang".
  • Temuan ini menjadi indikator bahwa ekosistem hutan TNGGP masih berfungsi baik sebagai habitat penting bagi satwa kunci.

INFORMASI.COM, Jakarta - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) berhasil mendokumentasikan keberadaan dua ekor Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) di kawasan konservasi tersebut. Kedua satwa dilindungi itu tertangkap oleh kamera trap yang dipasang di Resor PTN Bodogol, Bidang PTN Wilayah III Bogor.

Temuan visual tersebut terjadi dalam periode pemantauan baru-baru ini. Dalam rekaman, terlihat dua individu macan tutul sedang beraktivitas di sekitar kawasan hutan tersebut. Salah satu individu memiliki warna bulu kuning oranye dengan pola tutul khas, sementara satunya lagi berwarna hitam gelap.

Balai Besar TNGGP, dalam keterangan di akun instagram, menyatakan bahwa temuan ini sangat signifikan.

Macan tutul jawa merupakan satwa dilindungi dan berstatus Terancam Punah (Endangered). Kehadirannya menandakan bahwa ekosistem hutan TNGGP masih berfungsi sebagai habitat penting bagi satwa kunci.

— Pernyataan BB TNGGP di akun instagramnya yang dikutip, Senin (19/1/2026).

TNGGP merupakan salah satu taman nasional tertua di Indonesia yang ditetapkan pada 1980. Kawasan seluas 24.270,80 hektare ini membentang di tiga wilayah kabupaten, yaitu Bogor, Cianjur, dan Sukabumi. Taman nasional ini didominasi oleh dua puncak gunung, yaitu Gunung Gede (2.958 mdpl) dan Pangrango (3.019 mdpl).

Mengenai perbedaan warna pada dua individu yang terekam, pihak TNGGP memberikan penjelasan.

Perlu diketahui, macan kumbang yang sering dikenal masyarakat di TNGGP bukan spesies berbeda, melainkan macan tutul jawa yang mengalami melanisme, yaitu kondisi genetik yang menyebabkan warna bulu tampak hitam gelap, namun tetap memiliki pola tutul.

— Pernyataan BB TNGGP.

Temuan dua individu Macan Tutul Jawa ini memperkuat fungsi TNGGP sebagai benteng terakhir konservasi keanekaragaman hayati Pulau Jawa.

Pihak Balai Besar TNGGP menegaskan bahwa menjaga kelestarian kawasan sama artinya dengan menjaga ruang hidup bagi satwa-satwa liar agar tetap lestari di alamnya.

Apalagi, selain Macan Tutul Jawa, kawasan konservasi ini juga menjadi rumah bagi sejumlah satwa langka dan endemik lainnya. Beberapa di antaranya adalah Owa Jawa (Hylobates moloch), Lutung Surili (Presbytis comata), dan Anjing Ajag (Cuon alpinus).

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.