INFORMASI.CO, Jakarta - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal bulan puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan itu sudah dituangkan dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.
Keputusan strategis ini diambil berdasarkan hasil hisab hakiki yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penghitungan kali ini sepenuhnya mengacu pada kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Implementasi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)
Dalam maklumat tersebut dijelaskan bahwa penetapan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Musyawarah Nasional (Munas) XXXII Tarjih Muhammadiyah di Pekalongan tahun 2024.
"Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengumumkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah berdasarkan prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal," tulis maklumat yang ditandatangani oleh pimpinan organisasi tersebut.
Prinsip KHGT mengedepankan kesatuan kalender Islam secara internasional, sehingga potensi perbedaan tanggal antar wilayah di dunia dapat diminimalisir. Penggunaan metode KHGT ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan waktu bagi umat Islam tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di kancah global.
Rincian Penetapan Tanggal Penting
1 Ramadan 1447 H
Hasil hisab menunjukkan bahwa ijtimak (konjungsi) menjelang Ramadan terjadi pada Selasa Kliwon, 17 Februari 2026 pukul 12:01:09 UTC. Meski demikian, saat matahari terbenam pada 17 Februari, wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria ketinggian hilal (bulan) baru.
Tapi, Muhammadiyah berpedoman pada etentuan KHGT. Pada 17 Februari, menurut pengamatan, sudah ada wilayah di daratan Benua Amerika yang memenuhi parameter bulan baru, yakni tinggi bulan lebih dari 5° dan elongasi lebih dari 8°.
Sehingga, Muhammadiyah menyimpulkan bahwa seluruh dunia dianggap masuk tanggal baru yakni bulan Ramadan secara bersamaan. Dengan demikian, 1 Ramadan 1447 H ditetapkan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
1 Syawal 1447 H
Untuk penentuan Idul Fitri, ijtimak terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC. Berdasarkan pemantauan posisi bulan di koordinat global, syarat-syarat teknis bulan baru telah terpenuhi sehingga PP Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idul Fitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Zulhijah 1447 H: Idul Adha dan Musim Haji
Ijtimak menjelang Zulhijah terjadi pada Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 20:01:02 UTC. Melalui perhitungan akurat, Muhammadiyah menetapkan 1 Zulhijah 1447 H pada Senin, 18 Mei 2026.
Adapun Hari Arafah, 9 Zulhijah 1447 H, jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Sementara Idul Adha, 10 Zulhijah 1447 H, jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Panduan Bagi Warga Muhammadiyah
Maklumat ini dikeluarkan jauh-jauh hari sebagai panduan bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat umum dalam mempersiapkan agenda ibadah serta kegiatan sosial ekonomi.
“ Demikian maklumat ini disampaikan agar menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. ”
— Bunyi penutup maklumat Muhammadiyah yang ditandatangani oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Sekretaris PP Muhammadiyah, 22 September 2025.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah melalui Kementerian Agama baru akan menetapkan awal 1 Ramadan 1447 Hijriah melalui Sidang Isbat yang digelar pada 17 Februari dengan menggabungkan metode rukyat (pemantauan langsung) dan hisab.