- • Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 telah diikuti lebih dari 8,5 juta peserta dari jenjang SD dan SMP di seluruh Indonesia.
- • BSKAP Kemendikdasmen menerapkan mekanisme pendaftaran baru. Satuan pendidikan mendata semua murid, lalu murid memilih ikut atau tidak.
- • Mulai 2026, pelaksanaan TKA akan diintegrasikan dengan Asesmen Nasional (AN) untuk efisiensi, namun kedua tes tersebut tetap memiliki fungsi dan output yang berbeda.
INFORMASI.COM, Jakarta - Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaporkan antusiasme tinggi dalam pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Hanya dalam dua pekan, jumlah pendaftar telah mencapai lebih dari 8,5 juta peserta.
Pendaftaran untuk TKA Kelas 6 dan Kelas 9 masih terbuka hingga Sabtu, 28 Februari 2026. Pihaknya mengimbau satuan pendidikan untuk segera menyelesaikan proses pendaftaran dan verifikasi data peserta.
Informasi teknis dapat diakses melalui laman resmi tka.kemendikdasmen.go.id. Sementara untuk persiapan, contoh soal tersedia pada laman Ayo Coba TKA di https://pusmendik.kemendikdasmen.go.id/tka/.
Baca Juga
Panduan Lengkap Simulasi TKA 2026 untuk SD dan SMP: Jadwal, Link, dan Cara Akses Latihan Soal
Nasional
Kepala BSKAP Kemendikdasmen, Toni Toharudin, memastikan pihaknya terus melakukan pendampingan dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta satuan pendidikan. Tujuannya untuk memastikan kelancaran proses pendaftaran hingga menjangkau daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T), dan wilayah terdampak bencana.
“ Kami terus mengupayakan agar seluruh satuan pendidikan dan murid yang terdampak bencana tetap dapat terfasilitasi. Apabila ingin mengikuti TKA, kami memastikan dukungan dan potensi penyesuaian yang diperlukan agar partisipasi tetap dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan. ”
— Toni Toharudin, Kepala BSKAP Kemendikdasmen, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
BSKAP juga memastikan integrasi teknis pelaksanaan TKA dengan Asesmen Nasional (AN) tahun ini tidak akan mengubah esensi dan tujuan masing-masing evaluasi.
Toni juga menjelaskan mekanisme pendaftaran TKA tahun ini mengalami penyesuaian. Satuan pendidikan terlebih dahulu mendaftarkan seluruh murid ke dalam sistem pendataan. Setelah itu, setiap murid mendapatkan kesempatan untuk menyatakan kesediaannya mengikuti TKA.
Mekanisme ini bertujuan memastikan seluruh murid tercatat sekaligus memberikan keleluasaan pilihan tanpa mengganggu akurasi data pemetaan kemampuan.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, menyatakan integrasi hanya terjadi pada level pelaksanaan teknis untuk mengefisienkan proses.
“ Tahun 2026 pelaksanaan TKA akan diintegrasikan dengan AN. Payung hukumnya sudah dilakukan harmonisasi dengan kementerian terkait, sehingga pekan depan harapannya sudah terbit payung hukumnya. ”
— Rahmawati, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, dalam webinar "Bersiap Menghadapi TKA" di Jakarta, Kamis (6/2/2026).
Baca Juga
Kemendikdasmen Buka Pendaftaran TKA SD-SMP 2026, Ini Link dan Tata Cara Daftarnya
Nasional
Rahmawati menegaskan integrasi tersebut tidak mengubah fungsi kedua alat ukur itu. Asesmen Nasional tetap berfungsi mengevaluasi sistem pendidikan dengan output Rapor Pendidikan. Sementara TKA bertujuan mengevaluasi capaian belajar individu murid dengan hasil berupa Sertifikat Hasil TKA (SHTKA).
Dengan integrasi ini, sampel peserta AN tidak lagi ditentukan secara acak oleh pusat.
“ Jadi siapapun murid yang mendaftar menjadi peserta TKA, maka otomatis menjadi peserta Asesmen Nasional. Artinya, tidak ada lagi sampel Asesmen Nasional dari pusat, melainkan siswa kelas 6, 9, dan 12 yang mendaftar TKA. ”
— Rahmawati menjelaskan.
Kebijakan baru ini membawa konsekuensi bagi satuan pendidikan. Rahmawati menyatakan satuan pendidikan yang tidak memiliki murid sebagai peserta TKA tidak akan mendapatkan Rapor Pendidikan pada tahun 2027. Begitu pula satuan pendidikan dengan jumlah peserta TKA di bawah standar sampel AN akan mendapat Rapor Pendidikan berstatus "tidak memadai".
Meski demikian, Rahmawati menegaskan pilihan akhir tetap ada di tangan murid.
“ Namun ingat, tetap ini tidak menjadikan TKA wajib diikuti di level murid. ”
— Rahmawati menegaskan.
Integrasi ini pada dasarnya merupakan penyederhanaan administratif untuk meringankan beban sekolah.
Dua instrumen berbeda, dengan tujuan berbeda, kini dapat diselenggarakan dalam satu kesempatan pelaksanaan yang terkoordinasi.
Baca Juga
Simulasi TKA SD dan SMP 2026 Sudah Dibuka, Berikut Link Jadwal, Cara Akses, dan Contoh Soal Online Resmi
Nasional