INFORMASI.COM, Jakarta - Adies Kadir resmi mengemban jabatan sebagai Hakim Konstitusi usai mengucapkan sumpah di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam pelatikan di Istana Negara Jakarta, Kamis (5/2/20260).
Adies Kadir menjadi Hakim Konstitusi berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 9/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Hakim Konstitusi yang Diajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Surat keputusan tersebut dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nanik Purwanti. Selanjutnya, Adies Kadir mengucapkan sumpah sebagai Hakim Konstitusi di hadapan Presiden Prabowo.
“ Saya bersumpah bahwa saya akan memenuhi kewajiban hakim konstitusi dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta berbakti kepada nusa dan bangsa. ”
— Adies Kadir saat mengucapkan penggalan sumpah jabatannya.
Setelah mengucapkan sumpah, Adies Kadir menandatangani berita acara pengucapan sumpah jabatan Hakim Konstitusi.
Untuk diketahui, Adies Kadir telah ditetapkan menjadi hakim konstitusi dalam rapat paripurna DPR pada Selasa (27/1/2026) lalu. Adies Kadir menggantikan Arief Hidayat yang memasuki masa pensiun.
Pelaksanaan pengucapan sumpah jabatan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang kemudian diikuti oleh para tamu undangan yang hadir.
Profil Singkat Adies Kadir
Adies Kadir lahir di Balikpapan pada 17 Oktober 1968 dalam keluarga berdarah Bugis. Ia merupakan putra dari mantan Ketua Pengadilan Kabupaten Kapuas yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Riwayat Pendidikan
Pendidikan dasar hingga menengahnya ditempuh di beberapa kota:
- •SD Negeri VII Selat Hilir (1974-1981)
- •SMP Negeri 1 Samarinda (1981-1984)
- •SMA Negeri 3 Kupang (1987)
Adies memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di dua bidang berbeda, yakni teknik dan hukum:
- 1.Sarjana Teknik Sipil: Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (1993).
- 2.Sarjana Hukum: Universitas Merdeka Surabaya (2003).
- 3.Magister Hukum: Universitas Merdeka Malang (2007).
- 4.Doktor Hukum: Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (2017).
Karier Profesional dan Bisnis
Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik, Adies aktif di sektor korporasi dan hukum:
- •PT Lamicitra Nusantara: Menjabat sebagai Manajer Lapangan (1992-1996) dan General Manager (2005-2007).
- •PT Surya Inti Permata Tbk: Pengelola Proyek (1996-1999).
- •PT Jaya Aditek: Direktur Utama (sampai tahun 2005).
- •Syaiful Ma'arif & Partners: Managing Partner di firma hukum setelah menyelesaikan gelar magisternya.
Karier Politik
Karier politiknya dimulai di tingkat daerah hingga mencapai kursi pimpinan di tingkat nasional:
- •DPRD Kota Surabaya: Ketua Fraksi (2009–2014).
- •DPR RI: Berhasil melenggang ke Senayan selama tiga periode berturut-turut (2014, 2019, dan 2024).
- •Jabatan Strategis: Menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Golkar dan juga memegang posisi sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar.
Terkait status keanggotaan partai, sempat muncul klaim bahwa ia telah mengundurkan diri dari Partai Golkar sebelum ditetapkan sebagai calon hakim konstitusi.
Posisi Adies sebagai anggota DPR sempat dinonaktifkan gara-gara ucapannya terkait tunjangan rumah DPR bernilai Rp50 juta per bulan, pada Agustus 2025. Selain Adies, saat itu DPR RI menonaktifkan juga Eko Patrio, Uya Kuya (PAN), dan Nafa Urbach (NasDem). Mereka dinonaktifkan sementara lantaran ucapannya menjadi salah satu pemicu unjuk rasa besar yang berakhir kericuhan.
Laporan Harta Kekayaan (LHKPN)
Berdasarkan data terbaru dari laman elhkpn.kpk.go.id per 15 April 2025, total harta kekayaan Adies Kadir tercatat sebesar Rp14.391.000.000. Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan laporan Juni 2024 yang berjumlah Rp11,17 miliar.
1. Aset Tanah dan Bangunan (Rp6,49 Miliar)
Adies memiliki lima bidang tanah dan bangunan yang mayoritas berlokasi di Surabaya dan Bekasi:
- •Surabaya (288/480 m²): Rp2,97 Miliar.
- •Bekasi (280 m²): Rp1,82 Miliar.
- •Surabaya (105/36 m²): Rp550 Juta.
- •Surabaya (105/90 m²): Rp600 Juta.
- •Surabaya (95/90 m²): Rp550 Juta.
2. Alat Transportasi dan Mesin (Rp3,05 Miliar)
Koleksi kendaraan pribadinya meliputi:
- •Land Rover Defender (2021): Rp1,55 Miliar (aset terbaru yang memicu kenaikan total harta).
- •BMW Sedan (2019): Rp750 Juta.
- •Toyota Alphard (2021): Rp600 Juta.
- •Mitsubishi Pajero (2017): Rp150 Juta.
3. Kas dan Aset Lainnya
- •Kas dan Setara Kas: Rp3,2 Miliar.
- •Surat Berharga/Harta Lainnya: Nihil.