Observatorium Bosscha ITB: Hilal Tidak Mungkin Terlihat 17 Februari, Awal Ramadan Berpotensi 19 Februari

Observatorium Bosscha ITB: Hilal Tidak Mungkin Terlihat 17 Februari, Awal Ramadan Berpotensi 19 Februari
Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung Barat. Foto: Observatorium Bosscha
Ikhtisar
  • Observatorium Bosscha menyatakan hilal tidak mungkin terlihat pada 17 Februari 2026 saat matahari terbenam pada petangnya.
  • Data astronomis BMKG menunjukkan ketinggian hilal masih negatif di seluruh wilayah Indonesia.
  • Peneliti Thomas Djamaluddin juga menyebut awal Ramadan berpotensi jatuh pada 19 Februari 2026 karena ketinggian dan elongasi hilal belum sesuai ketentuan MABIMS.

INFORMASI.COM, Jakarta - Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) menyampaikan hasil perhitungan astronomis terkait posisi Bulan menjelang sidang isbat penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah. 

Hilal merupakan bulan sabit muda yang dapat terlihat setelah Matahari terbenam dan setelah konjungsi atau ijtimak. Namun, pada 17 Februari 2026, posisi bulan berada di bawah ufuk saat Matahari terbenam sehingga peluang rukyat hilal tidak tersedia di seluruh Indonesia.

Ketinggian bulan di wilayah Indonesia pada 17 Februari menunjukkan nilai negatif, berkisar antara minus 1,5 derajat hingga minus 3,0 derajat. Kondisi tersebut memperkuat kesimpulan bahwa hilal tidak dapat diamati.

Berdasarkan analisis tersebut, bulan pada 17 Februari 2026 kemungkinan tidak bisa terlihat saat Matahari terbenam.

Hilal tidak mungkin diamati saat Matahari terbenam.

— Demikian keterangan resmi Observatorium Bosscha ITB, yang dilansir pada Sabtu (13/2/2026).

Observatorium Bosscha memutuskan tidak melakukan rukyat pada tanggal tersebut. Tim observatorium tetap menjadwalkan pengamatan Bulan muda pada hari berikutnya untuk kepentingan dokumentasi ilmiah.

Namun untuk kepentingan dan dokumentasi ilmiah terkait pengamatan Bulan muda, tim Observatorium Bosscha akan melaksanakan kegiatan pengamatan pada tanggal 18 Februari 2026.

— Observatorium Bosscha menambahkan.

Thumbnail Data BMKG Sebut Hilal pada 17 Februari 2026 Kemungkinan Belum Terlihat, Ramadan 19 Februari?
i

Baca Juga

Data BMKG Sebut Hilal pada 17 Februari 2026 Kemungkinan Belum Terlihat, Ramadan 19 Februari?

Nasional

Data Bosscha sejalan dengan informasi astronomis yang dirilis BMKG. Lembaga tersebut menyatakan konjungsi atau ijtima’ akan terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 19.01.07 WIB.

Periode sinodis bulan terhitung sejak konjungsi sebelumnya (awal Bulan Sya'ban 1447 H) hingga konjungsi yang akan datang (awal Bulan Ramadan 1447 H) 29 hari 16 jam 9 menit.

— Pernyataan BMKG dikutip Kamis (5/2/2026).

BMKG juga mencatat Matahari akan terbenam paling awal di Jayapura dan paling akhir di Banda Aceh pada tanggal tersebut. Analisis lembaga itu menunjukkan posisi hilal masih berada di bawah ufuk di seluruh Indonesia.

Ketinggian hilal di Indonesia saat matahari terbenam pada 17 Februari 2026, berkisar antara -2.41⁰ di Jayapura, Papua sampai dengan -0.93⁰ di Tua Pejat, Sumatera Barat.

— Tulis BMKG.

Kondisi berbeda diperkirakan terjadi pada 18 Februari 2026. Ketinggian hilal diprakirakan sudah positif, antara 7,62 derajat di Merauke hingga 10,03 derajat di Sabang, dengan sudut elongasi yang lebih besar.

Koordinator Kelompok Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, juga menyatakan adanya potensi perbedaan awal Ramadan tahun ini. Pada 17 Februari 2026, kata Thomas, posisi hilal belum memenuhi kriteria visibilitas.

Tidak mungkin dirukyat (diamati). Awal Ramadan kemungkinan pada hari berikutnya, yaitu 19 Februari 2026.

— Thomas Djamaluddin, di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Ia menambahkan bahwa posisi hilal saat itu belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang disepakati negara anggota MABIMS, yaitu tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Berdasarkan perhitungan hisab imkanur rukyat, kondisi tersebut membuat bulan Syaban diperkirakan digenapkan menjadi 30 hari atau istikmal sebelum memasuki Ramadan 1447 Hijriah.

Meski demikian, penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah secara nasional akan diputuskan oleh pemerintah bersama sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam dalam sidang isbat yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026.  

Thumbnail BRIN Perkirakan 1 Ramadan 1447 Hijriah Jatuh pada 19 Februari 2026, Beda dengan Muhammadiyah?
i

Baca Juga

BRIN Perkirakan 1 Ramadan 1447 Hijriah Jatuh pada 19 Februari 2026, Beda dengan Muhammadiyah?

Nasional

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.