Viral Rumah Jokowi Jadi Tembok Ratapan Solo, Kok Bisa?

Viral Rumah Jokowi Jadi Tembok Ratapan Solo, Kok Bisa?
Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Surakarta, Jawa Tengah, Minggu 3 November 2024. Foto: BPMI Setpres/Rusman
Ikhtisar
  • Alamat rumah pribadi Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo sempat muncul sebagai “Tembok Ratapan Solo” di Google Maps.
  • Fenomena ini ramai dibicarakan di media sosial setelah video dan tangkapan layar beredar.
  • Pihak ajudan menyatakan tidak ada pembatasan pengunjung dan label tersebut kini sudah dihapus.

INFORMASI.COM, Jakarta - Penanda lokasi kediaman pribadi Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Surakarta sempat berubah menjadi “Tembok Ratapan Solo” di Google Maps dan menjadi perbincangan warganet dalam beberapa hari terakhir.

Peristiwa ini mulai ramai setelah sebuah unggahan akun Instagram pada akhir pekan menampilkan seorang pria menempelkan telapak tangan ke pagar rumah tersebut, menyerupai gestur doa di Tembok Ratapan di Yerusalem. Unggahan itu menyebut lokasi tersebut ramai dikunjungi anak muda dan dianggap sebagai spot populer bagi generasi Z.

Penelusuran di Google Maps menunjukkan bahwa pencarian kata kunci “Tembok Ratapan Solo” sempat mengarah ke Jalan Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, yang diketahui sebagai alamat kediaman pribadi Jokowi.

Penanda lokasi tersebut disertai sejumlah ulasan pengguna. Beberapa komentar bernada satire hingga candaan “ziarah” muncul pada kolom ulasan.

Lokasi itu juga sempat memperoleh rating lima bintang dari tiga akun pengguna Google. Selain itu, beredar pula video yang memperlihatkan seorang pria menyandarkan kepalanya pada pintu gerbang rumah tersebut.

Ajudan Jokowi, Syarif Muhammad Fitriansyah, membenarkan adanya perubahan penamaan alamat di Google Maps.

Kami sudah mengetahui itu (fenomena ‘Tembok Ratapan Solo’).

— Syarif Muhammad Fitriansyah, Ajudan Jokowi, Selasa (17/2).

Saat ditanya apakah Jokowi mengetahui perubahan penamaan tersebut, ia mengatakan belum mendapat kepastian. Namun, Syarif juga menegaskan pihaknya tidak mempermasalahkan penamaan tersebut.

Meski ada fenomena 'Tembok Ratapan Solo' Ia menambahkan tidak ada pembatasan kunjungan ke kediaman Jokowi setelah kejadian itu.

Pembatasan pengunjung tidak ada. Seperti biasa saja.

— Syarif mengatakan.

Pada Selasa (17/2) siang, penanda “Tembok Ratapan Solo” di Google Maps sudah tidak ditemukan lagi.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.