Hilal 1 Ramadan 1447 Hijriah juga Tidak Terlihat di Maluku

Hilal 1 Ramadan 1447 Hijriah juga Tidak Terlihat di Maluku
Ilustrasi pemantauan bulan atau hilal
Ikhtisar
  • Kementerian Agama Provinsi Maluku dan BMKG Ambon menggelar rukyatul hilal di pesisir Tirta Kencana, Amahusu, Ambon.
  • Data astronomis menunjukkan ketinggian hilal minus 1,750 derajat dan bulan terbenam lebih dahulu dari matahari.
  • Hasil pemantauan daerah akan dilaporkan sebagai bahan Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1447 H di Jakarta.

INFORMASI.COM, Jakarta - Kementerian Agama Provinsi Maluku bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Geofisika Kelas I Ambon melaksanakan pemantauan hilal awal Ramadan 1447 Hijriah di kawasan pesisir Tirta Kencana, Negeri Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa (17/2/2026).

Pemantauan berlangsung sejak pukul 16.00 WIT hingga sekitar pukul 19.00 WIT dengan melibatkan tim teknis pengamatan hilal dan petugas kementerian agama setempat.

Berdasarkan data BMKG Ambon, konjungsi (ijtimak) terjadi pada pukul 21.01.07 WIT. Matahari terbenam pada pukul 18.47.56 WIT, sedangkan bulan terbenam lebih dahulu pada pukul 18.41.20 WIT. Ketinggian hilal tercatat minus 1,750 derajat dengan umur bulan 3 jam 46 menit 49 detik, sehingga hilal dipastikan tidak dapat terlihat di wilayah Maluku.

Koordinator Tim Data dan Informasi Stasiun Geofisika Ambon, Supartoyo, menyampaikan bahwa hasil pengamatan menunjukkan posisi hilal masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam.

Berdasarkan pengamatan kami, posisi hilal sangat mustahil terlihat karena ketinggiannya masih minus dan berada di bawah matahari saat matahari terbenam.

— Supartoyo, Koordinator Tim Data dan Informasi Stasiun Geofisika Ambon, Selasa (17/2/2026).

Ia menjelaskan selisih waktu terbenam bulan dan matahari sekitar enam menit. Waktu terbenam matahari pukul 18.47 WIT, sedangkan bulan terbenam pukul 18.41 WIT. 

Supartoyo juga menambahkan bahwa hilal belum dapat diamati karena posisi bulan dan matahari belum berada pada garis yang memungkinkan visibilitas hilal.

Hilal di langit Ambon mustahil terlihat pemicunya posisi bulan dan matahari belum berada di posisi garis yang sama.

— Suhartoyo berkata di lokasi pemantauan hilal di Pantai Tirta, Amahusu.

Kondisi langit Ambon cukup cerah saat dilakukan pemantaun, namun tanda-tanda kemunculan hilal belum terlihat oleh petugas pengamat. BMKG Ambon tetap melanjutkan pemantauan hingga malam hari untuk memastikan hasil observasi.

Kita belum pastikan hilal muncul atau tidak, pastinya dari pantauan petugas hilal belum jelas.

— Suhartoyo menerangkan.

Kementerian Agama Provinsi Maluku menyatakan hasil pemantauan di Ambon akan dilaporkan ke pemerintah pusat. Penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah tetap menunggu keputusan resmi melalui Sidang Isbat yang digelar di Jakarta pada malam hari.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.