Profil Prihati Pujowaskito: Eks Perwira Kopassus yang Jadi Dirut BPJS Kesehatan

Profil Prihati Pujowaskito: Eks Perwira Kopassus yang Jadi Dirut BPJS Kesehatan
Prihati Pujowaskito. Foto: Istimewa
Ikhtisar
  • Presiden Prabowo Subianto menunjuk Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan periode 2026-2031.
  • Prihati Pujowaskito telah dilantik secara resmi oleh Menko PM Muhaimin Iskandar, Jumat (20/2/2026), menggantikan Ali Ghufron Mukti.
  • Ia merupakan dokter dengan latar belakang militer sebagai perwira Kesehatan Batalyon Kopassus dan pengalaman luas di RSPAD Gatot Soebroto.

INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menunjuk Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk masa jabatan 2026-2031. Prihati pun resmi dilantik sebagai Dirut BPJS Kesehatan oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar di Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Penunjukan dokter spesialis jantung ini tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 17/P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan keanggotaan dewan pengawas serta direksi BPJS Kesehatan.

Prihati lahir di Solo, Jawa Tengah, 29 Maret 1967. Ia mengawali pendidikan kedokteran di Universitas Sebelas Maret (UNS) dan meraih gelar dokter pada 1991.

Gelar magister ia peroleh dari Universitas Airlangga pada 2007, kemudian melanjutkan S2 Manajemen Rumah Sakit di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gotong Royong lulus 2015.

Untuk memperluas wawasan, ia menempuh pendidikan hukum di Universitas Borobudur dan lulus pada 2022. Pada 2024, ia mengikuti pelatihan kardiologi intervensi selama tujuh bulan guna memperdalam kompetensinya.

Karier Militer dan Klinis

Karier Prihati di dunia kesehatan bermula sebagai Perwira Kesehatan Batalyon Kopassus yang diemban dari Mei 1995 hingga Juli 2002. Setelah itu, ia berkarier di berbagai rumah sakit militer.

Di RSPAD Gatot Soebroto, ia menjabat sebagai Dokter Spesialis Jantung Konsultan Intervensi Koroner sejak Agustus 2018, kemudian dipercaya sebagai Kepala Departemen Jantung pada Agustus 2018 hingga Juni 2021, dan selanjutnya menjabat Direktur Penunjang Medik pada Juli 2021 hingga Juni 2023.

Sebelum bertugas di RSPAD, ia memimpin sebagai Kepala Departemen Jantung di RSAD Dustira pada Juli 2014 hingga Juli 2018.

Sebelumnya, ia menjadi Kepala Departemen Penyakit Dalam di RSAD Dustira pada Februari 2011 hingga Juni 2014, dan Kepala Sub Departemen Jantung di RSAD Dustira pada April 2007 hingga Maret 2011.

Karier Akademik

Di ranah akademik, Prihati mengabdi sebagai Dosen Ilmu Penyakit Dalam di Universitas Jenderal Ahmad Yani sejak Januari 2008 hingga sekarang.

Ia juga menjabat Dekan Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan untuk periode 2023-2025, serta aktif sebagai Dosen Ilmu Penyakit Jantung di universitas yang sama mulai Agustus 2023.

Sejak Juni 2019, ia dipercaya menjadi bagian dari Panel Ahli Dokter Kepresidenan Republik Indonesia, memberikan masukan medis kepada kepala negara.

Karya Tulis dan Organisasi

Prihati menerbitkan dua karya tulis terkait jaminan sosial. Disertasinya pada 2022 berjudul "Restorative Justice dalam penyelesaian sengketa Malpraktik Kedokteran di Indonesia."

Pada 2025, ia menulis "Restorative Justice Roadmap in Indonesia: hype or hope."

Ia aktif dalam sejumlah organisasi profesi, antara lain Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia, Perkumpulan Kedokteran Militer Indonesia, dan Himpunan Pengusaha Alat Kesehatan Indonesia.

Sepanjang kariernya, Prihati menerima berbagai penghargaan, termasuk Satya Lencana dan Bintang Yudha Dharma dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pada 2024, ia dinobatkan sebagai Alumni Berprestasi UNS oleh Universitas Sebelas Maret.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.