- • Indekstat Konsultan Indonesia merilis survei terbaru yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
- • Hasilnya, kepuasan publik terhadap Prabowo-Gibran mencapai 79,4 persen hingga Februari 2026.
- • Angka itu meningkat dibandingkan survei pada Juni 2025 sebesar 75 persen tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo.
INFORMASI.COM, Jakarta – Memasuki usia pemerintahan yang ke-1 tahun 4 bulan, kinerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Indekstat Konsultan Indonesia merilis hasil survei terbaru yang mencatat tingkat kepuasan publik mencapai 79,4 persen pada Februari 2026.
Angka ini menunjukkan tren positif jika dibandingkan dengan survei serupa pada Juni 2025 yang berada di angka 75 persen. Direktur Indekstat, Ali Mahmudin, menyampaikan temuan tersebut dalam keterangan resmi yang dikutip pada Senin (23/2/2026).
"Tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 79,4% pada Februari 2026. Ini naik dibanding Juni 2025 yang mencapai 75%," kata Ali Mahmudin.
Indonesia Timur: Basis Kepuasan Tertinggi
Berdasarkan analisis regional, survei ini menemukan fakta menarik bahwa kawasan Indonesia Timur menjadi penyumbang utama tingkat kepuasan tertinggi. Tiga dari lima wilayah mencatat angka di atas 90 persen.
Kalimantan memuncaki daftar dengan tingkat kepuasan 96,66 persen, disusul Sulawesi di angka 95,28 persen, dan Maluku-Papua sebesar 93,16 persen.
Sementara itu, dua pulau besar dengan populasi padat, Jawa dan Sumatera, mencatatkan angka masing-masing 88,97 persen dan 86,72 persen.
“Sementara Jawa di angka 88,97 persen dan Sumatera 86,72 persen. Tentu daya kritis dan kecepatan informasi menjadi sesuatu yang berpengaruh,” kata Ali.
Menurutnya, temuan ini menjadi sinyal kuat bahwa agenda pemerataan pembangunan dan penguatan di luar Jawa yang digagas pemerintahan Prabowo-Gibran mendapat apresiasi luas dari masyarakat di kawasan timur.
Jawa dan Sumatera: Kritis karena Ekspektasi Tinggi
Di sisi lain, tingkat ketidakpuasan yang relatif lebih tinggi di Jawa dan Sumatera tidak serta-merta berarti penolakan. Ali menjelaskan bahwa hal ini mencerminkan ekspektasi publik yang besar terhadap stabilitas ekonomi dan daya beli.
Masyarakat di wilayah barat dan kawasan urban cenderung lebih kritis karena terpapar informasi lebih cepat dan memiliki tuntutan lebih tinggi terhadap penyelesaian persoalan ekonomi, seperti penciptaan lapangan kerja dan stabilitas harga kebutuhan pokok.
Optimisme Masyarakat Menguat
Tingginya kepuasan publik sejalan dengan optimisme masyarakat terhadap masa depan Indonesia. Survei Indekstat mencatat, keyakinan terhadap arah pemerintahan juga sangat tinggi, terutama di kawasan timur.
Sulawesi menempati posisi tertinggi dengan tingkat optimisme 93,89 persen, diikuti Kalimantan 86,81 persen, dan Maluku 85,48 persen. Adapun Jawa dan Sumatera masing-masing berada di angka 80,97 persen dan 82,45 persen.
“Ini konsisten dengan data approval rating sebelumnya yang juga tinggi di kawasan ini,” ujar Ali.
Ia menambahkan bahwa wilayah barat dan kawasan urban tetap menunjukkan optimisme yang kuat, meskipun lebih kritis. Hal ini menandakan bahwa secara keseluruhan, pemerintahan memiliki basis optimisme yang luas secara geografis.
Tantangan ke Depan
Secara umum, survei ini menggambarkan bahwa publik menaruh kepercayaan besar terhadap kepemimpinan Prabowo-Gibran. Namun, tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi kebijakan agar optimisme tinggi di Indonesia Timur tetap terpelihara, sekaligus memenuhi ekspektasi masyarakat di wilayah barat, terutama dalam hal pemulihan ekonomi dan stabilitas harga.
Dengan fondasi dukungan yang solid di berbagai daerah, pemerintahan diharapkan mampu menjawab kebutuhan yang beragam dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia.