- • KPK mengamankan Bupati Pekalongan Fadia A Rafiq dalam OTT di Jawa Tengah pada 3 Maret 2026.
- • Fadia dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan, sementara perkara dan barang bukti belum diumumkan.
- • Mantan penyanyi dangdut itu sudah menjabat Bupati Pekalongan sejak 2021 dan terpilih lagi pada 2025.
INFORMASI.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Tengah pada Selasa (3/3/2026). Setelah penindakan, tim membawa Fadia ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan kegiatan tersebut.
“Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati,” kata Budi Prasetyo di Jakarta, Selasa.
Budi menjelaskan bahwa tim langsung membawa Fadia bersama sejumlah pihak lain ke ibu kota.
“Tim kemudian membawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Hingga berita ini disusun, KPK belum mengumumkan perkara yang menjerat Fadia maupun barang bukti yang diamankan dalam OTT tersebut. Lembaga antirasuah memiliki waktu sesuai ketentuan hukum untuk menentukan status para pihak yang diperiksa.
Latar Belakang dan Karier
Fadia A Rafiq lahir di Jakarta pada 23 Mei 1978 dengan nama Laila Fathiah. Ia merupakan anak dari pedangdut senior Indonesia, A Rafiq. Sebelum terjun ke dunia politik, Fadia mengikuti jejak sang ayah di industri musik dangdut.
Namanya dikenal publik setelah merilis singel berjudul “Cik Cik Bum Bum” pada tahun 2000. Setelah itu, ia beralih fokus ke pendidikan dan politik.
Dalam bidang akademik, Fadia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Karet Tengsin 14 Tanah Abang, Jakarta Pusat, lalu melanjutkan ke SMP Negeri 8 Tanah Abang dan SMA Negeri 58 Ciracas, Jakarta Timur. Ia menyelesaikan studi S1 Manajemen di Universitas AKI Semarang dan S2 Manajemen di Universitas Stikubank Semarang. Ia kemudian meraih gelar doktor (S3) dari Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang.
Karier pemerintahan Fadia dimulai saat ia menjabat Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016, mendampingi Bupati Amat Antono. Setelah itu, ia mencalonkan diri sebagai Bupati Pekalongan berpasangan dengan H. Riswadi, S.H.
Di ranah organisasi dan partai, Fadia dipercaya menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan periode 2016–2021 serta Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Tengah pada periode yang sama.
Fadia terpilih sebagai Bupati Pekalongan untuk periode 2021–2024 dan kembali memimpin pada periode 2025–2030. Ia diketahui beragama Islam dan memiliki pasangan bernama M. Ashraff Abu.
Saat ini, Fadia A Rafiq masih menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK. Perkembangan lebih lanjut terkait status hukum dan konstruksi perkara akan diumumkan oleh KPK setelah proses pendalaman selesai dilakukan.