Prabowo Undang Jokowi, SBY, hingga Tokoh Nasional ke Istana, Bahas Apa?

Prabowo Undang Jokowi, SBY, hingga Tokoh Nasional ke Istana, Bahas Apa?
Presiden Prabowo Subianto (tengah) mengundang eks Presiden, eks Wapres, hingga tokoh nasional ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/3/2026), untuk membicrakan kondisi geopolitik saat ini. Foto: BPMI Setpres
Ikhtisar
  • Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan lintas generasi pemimpin dan pimpinan partai politik di Istana Jakarta untuk merespons dinamika global.
  • Pemerintah menekankan kesiapsiagaan nasional, termasuk ketahanan pangan dan energi, di tengah eskalasi konflik Iran dan Israel.
  • Diskusi membahas implikasi perang terhadap keamanan dunia, pasokan minyak dan gas, serta posisi Indonesia dalam Board of Peace (BoP).

INFORMASI.COM, Jakarta - Pemerintah memperkuat konsolidasi nasional untuk merespons dinamika global yang semakin kompleks. Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan lintas generasi pemimpin dan pimpinan partai politik di Istana Jakarta pada Selasa (3/3/2026).

Sejumlah tokoh hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-11 RI Boediono.

Pertemuan tersebut juga dihadiri mantan menteri luar negeri, pimpinan partai koalisi, serta perwakilan dunia usaha.

Melalui forum itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya dialog dan kesatuan nasional di tengah dunia yang semakin terpolarisasi. Pemerintah menyatakan Indonesia memilih sikap tenang, memperkuat soliditas domestik, dan tetap konstruktif dalam merespons dinamika internasional.

Bahas Geopolitik dan Kesiapan Nasional

Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pertemuan tersebut bertujuan mengantisipasi dampak situasi global, terutama memanasnya kawasan Asia Barat setelah Amerika Serikat, Israel, serta Iran saling serang, terhadap stabilitas nasional.

“Semuanya ini kita lakukan dalam rangka bagaimana mendorong agar kejadian di global itu bisa kita antisipasi untuk mengamankan negara kita,” ucap Bahlil di hadapan awak media di lingkungan Istana Jakarta.

Bahlil menyatakan partai politik memahami langkah yang diambil Presiden dalam menyiapkan berbagai skenario antisipasi.

“Kami dari partai politik sangat memahami posisi yang dilakukan oleh Bapak Presiden, dan juga adalah kesiapan-kesiapan langkah-langkah untuk mengantisipasi ini,” katanya.

Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf menyampaikan pandangannya terkait keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP).

“Penjelasan yang menurut saya beliau menjelaskan pilihan yang memang terberat dari yang ada, yang paling mungkin dari yang ada, bukan pilihan-pilihan ideal,” ungkap Almuzzammil.

Ia menambahkan pemerintah menempatkan pertahanan dan kesiapsiagaan nasional sebagai fokus utama di tengah krisis global, termasuk situasi di Iran dan Israel.

“Intinya pada pertahanan kita, pada kesiapan kita menghadapi krisis itu. Beliau menjelaskan tentang persiagaan pangan kita, persiagaan energi kita, dan dialog elit kita,” ujarnya.

Dampak Perang terhadap Keamanan dan Ekonomi Dunia

Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menjelaskan Presiden Prabowo memaparkan perkembangan internasional terkini secara komprehensif, termasuk perang atau serangan Amerika dan Israel terhadap Iran.

“Presiden memberikan update, briefing tentang berbagai perkembangan terbaru yang terjadi di dunia, khususnya berkaitan dengan yang selama ini sudah menjadi perhatian banyak di antara kita yaitu mengenai yang paling mutakhir tentunya perkembangan perang atau serangan Amerika dan Israel terhadap Iran. Didiskusikan implikasinya apa terhadap kita, terhadap dunia,” ujar Hassan.

Ia menegaskan diskusi juga mencakup dampak konflik terhadap keamanan global dan potensi gangguan ekonomi, terutama pada sektor energi.

“Didiskusikan tentang implikasinya ini terhadap keseluruhan masalah keamanan dan perdamaian dunia, tapi juga potensi efek dari perang ini terhadap ekonomi dunia khususnya yang menyangkut supply, oil, minyak, dan gas. Kita berhitung semua efeknya terhadap kita dari sisi itu saja, tapi juga dari sisi kalkulasi berapa lama perang ini akan terlangsung,” ungkap Hassan.

Menurut Hassan, Presiden membuka ruang komunikasi secara luas kepada para tokoh nasional yang hadir.

“Presiden menganggap penting untuk mengomunikasikan permasalahan-permasalahan dihadapi oleh pemerintah, dihadapi oleh Presiden kepada kita yang diminta datang pada malam hari ini. Presiden sangat terbuka dalam menanggapi usul-usul pemikiran dari para peserta,” kata Hassan.

Terkait sikap Indonesia terhadap konflik, Hassan menyatakan perang tersebut merupakan tindakan sepihak yang tidak memiliki mandat internasional. Ia juga menjelaskan pembahasan mengenai Board of Peace tetap mempertimbangkan dinamika terbaru.

“Kita bahas, tapi juga dalam konteks perkembangan mutakhir apakah dengan perang yang berkecamuk di Iran ini akan melemahkan, kemungkinan melemahkan posisi dan mandat BoP kita akan berhitung lagi dari sisi itu,” ucapnya.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.