Idulfitri 1447/2026: Pemudik Diperkirakan 143,9 Juta Orang

Idulfitri 1447/2026: Pemudik Diperkirakan 143,9 Juta Orang
Ilustasi mudik
Ikhtisar
  • Pemerintah memperkirakan sekitar 143,91 juta orang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026.
  • Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut mobil pribadi masih menjadi moda transportasi utama masyarakat.
  • Pengamanan arus mudik dilakukan melalui Operasi Ketupat 2026 yang melibatkan lebih dari 161 ribu personel gabungan.

INFORMASI.COM, Jakarta - Pemerintah terus menyempurnakan pengelolaan arus mudik dan arus balik Idulfitri 2026 guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan nyaman. Berbagai langkah telah disiapkan mulai dari penyediaan sarana transportasi hingga pengamanan terpadu melalui Operasi Ketupat 2026.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan hasil survei pergerakan masyarakat Lebaran 2026 saat melaporkan persiapan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Menurut Dudy, jumlah masyarakat yang diperkirakan melakukan perjalanan mudik mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia.

“Angka ini memang menurun 1,75 persen dibandingkan survei pada tahun 2025 sekitar 146 juta. Namun demikian pada realisasi tahun 2025 justru mencapai 154 juta. Artinya mobilitas masyarakat pada masa lebaran cenderung melampaui angka survei,” ucap Dudy.

Mobil Pribadi Masih Jadi Moda Utama

Dalam paparannya, Dudy menjelaskan bahwa kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik.

Ia menyebut jumlah pemudik yang menggunakan mobil pribadi diperkirakan mencapai 76,24 juta orang. Moda tersebut diikuti oleh sepeda motor dan bus sebagai pilihan transportasi berikutnya.

Menhub juga mengidentifikasi sejumlah simpul transportasi yang diperkirakan menjadi titik pergerakan paling padat selama periode mudik.

“Prakiraan simpul transportasi terpadat pada angkutan lebaran 2026 yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta, lintas pelabuhan penyeberangan Pelabuhan Merak–Pelabuhan Bakauheni, dan Stasiun Pasar Senen, serta Terminal Pulo Gebang,” jelasnya.

Pemerintah Siapkan Ribuan Armada Transportasi

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah menyiapkan berbagai moda transportasi dalam jumlah besar. Armada tersebut terdiri atas sekitar 31.000 unit bus, 840 kapal laut, 254 kapal penyeberangan, 372 pesawat udara, serta 3.687 sarana kereta api.

Selain itu, pemerintah kembali menggelar program mudik gratis melalui transportasi darat, laut, dan kereta api.

Program tersebut ditargetkan melayani 113.262 penumpang serta mengangkut 12.140 sepeda motor.

“Program mudik gratis kami juga berikan untuk daerah pascabencana di Sumatera meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” katanya.

Operasi Ketupat Libatkan 161 Ribu Personel

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa pengamanan mudik tahun ini dilaksanakan melalui Operasi Ketupat 2026 dengan tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”

Kapolri menyebut operasi tersebut melibatkan 161.243 personel gabungan dari berbagai instansi dengan kepolisian sebagai penanggung jawab utama.

“Tentunya target kita adalah mempertahankan tingkat kepuasan masyarakat di tahun 2025 kemarin, di mana 90,9 persen masyarakat puas dengan kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan perjalanan di masa libur 2025. Oleh karena itu, target kami, target kita semua adalah bagaimana mempertahankan ataupun meningkatkan,” tandasnya.

Dengan berbagai persiapan tersebut, pemerintah berharap penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih baik sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.