- • PW GP Ansor Jawa Timur bersama DPD GAMKI Jawa Timur mengunjungi keluarga almarhum Banser Riyanto di Mojokerto menjelang Idul Fitri 1447 H.
- • Riyanto dikenal sebagai anggota Banser yang gugur saat berusaha menyelamatkan jemaat Gereja Eben Haezer Mojokerto dari bom pada malam Natal tahun 2000.
- • Dalam kunjungan tersebut, kedua organisasi menyerahkan donasi dan menegaskan kembali pesan persaudaraan lintas iman.
INFORMASI.COM, Jakarta - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Jawa Timur bersama Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Jawa Timur melakukan kunjungan silaturahmi ke keluarga almarhum Banser Riyanto di Kota Mojokerto, Senin (16/3/2026).
Rombongan dipimpin oleh Ketua PW GP Ansor Jawa Timur H. Musaffa Safril dan Ketua GAMKI Jawa Timur Arnold L. Panjaitan. Mereka mendatangi kediaman orang tua almarhum yang kini telah lanjut usia di Jalan Riyanto Gang Baru, Kota Mojokerto.
Dalam suasana hangat sekaligus penuh haru, rombongan dari Ansor dan GAMKI menyampaikan silaturahmi serta menyerahkan bantuan donasi kepada keluarga almarhum. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus penghormatan atas jasa Riyanto.
Riyanto dikenal sebagai anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama yang gugur pada malam 24 Desember 2000. Ia meninggal dunia akibat ledakan bom saat berusaha mengamankan dan menyelamatkan jemaat di Gereja Eben Haezer Mojokerto dari percobaan aksi teror bom pada malam Natal.
Riyanto dikenal sebagai anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama yang gugur pada malam 24 Desember 2000. Ia meninggal dunia akibat ledakan bom saat berusaha mengamankan dan menyelamatkan jemaat di Gereja Eben Haezer Mojokerto dari percobaan aksi teror bom pada malam Natal.
Riyanto lahir di Mojokerto, Jawa Timur, pada tahun 1975. Ia merupakan kader muda Nahdlatul Ulama yang aktif sebagai anggota Banser dan dikenal di lingkungan masyarakat sebagai pribadi sederhana serta memiliki komitmen kuat terhadap tugas pengamanan kegiatan sosial dan keagamaan. Pada malam Natal tahun 2000, Riyanto tengah bertugas membantu pengamanan ibadah di Gereja Eben Haezer Mojokerto bersama sejumlah relawan lintas komunitas.
Saat menemukan bungkusan yang dicurigai sebagai bom di area gereja, Riyanto berusaha menjauhkan benda tersebut dari kerumunan jemaat. Namun bom tersebut meledak sebelum sempat diamankan, sehingga menyebabkan ia meninggal dunia di tempat.
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril, mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan upaya menjaga ingatan kolektif bangsa terhadap nilai kemanusiaan dan toleransi yang ditunjukkan oleh Riyanto.
“Almarhum Riyanto adalah simbol keberanian dan pengorbanan. Ia tidak hanya menjaga sebuah gereja, tetapi menjaga kemanusiaan, menjaga persaudaraan antar umat beragama, dan menjaga Indonesia. Spirit inilah yang harus terus kita rawat,” ujar Cak Syahfril.
Ia menambahkan bahwa momentum menjelang Idul Fitri juga menjadi kesempatan untuk berbagi kepada keluarga almarhum sebagai bentuk penghormatan moral kepada orang tua yang telah membesarkan sosok teladan tersebut.
“Kami ingin memastikan bahwa keluarga beliau tidak merasa sendiri. Ansor, Banser, dan seluruh masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan akan selalu mengenang dan menghormati jasa almarhum,” tambahnya.
Ketua GAMKI Jawa Timur, Arnold L. Panjaitan, menyampaikan bahwa pengorbanan Riyanto menjadi simbol penting persaudaraan lintas iman di Indonesia.
“Riyanto adalah pahlawan kemanusiaan. Ia menunjukkan bahwa iman tidak menghalangi kita untuk melindungi sesama. Justru dari imanlah lahir keberanian untuk menjaga kehidupan bersama,” ungkapnya.
Arnold juga menilai kehadiran bersama antara Ansor dan GAMKI dalam kunjungan tersebut menunjukkan komitmen generasi muda lintas agama dalam menjaga toleransi dan kedamaian.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menyampaikan pesan bahwa generasi muda dari berbagai latar belakang keimanan memiliki tekad yang sama untuk merawat persaudaraan dan harmoni sosial di Indonesia.
Kunjungan tersebut turut didampingi jajaran Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Mojokerto. Ketua PC Ansor Kota Mojokerto, dr. Rambo Garudo, menjelaskan bahwa keluarga almarhum Riyanto juga telah mendapatkan perhatian dalam aspek layanan kesehatan.
Ia menyampaikan bahwa orang tua dan keluarga almarhum kini memperoleh jaminan akses layanan kesehatan di RS Kamar Medika Mojokerto, sehingga kondisi kesehatan mereka dapat terus dipantau.
“Alhamdulillah keluarga almarhum sudah kami bantu untuk akses layanan kesehatan di RS Kamar Medika Mojokerto agar orang tua beliau tetap mendapatkan perhatian dan perawatan yang layak di usia senja,” ujarnya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pengorbanan Riyanto masih dikenang hingga kini. Nilai keberanian, kemanusiaan, dan toleransi yang ia tunjukkan lebih dari dua dekade lalu terus menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam menjaga harmoni antar umat beragama di Indonesia.