Pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza Ditunda akibat Konflik AS-Iran

Pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza Ditunda akibat Konflik AS-Iran
Pasukan Perdamaian Indonesia. Foto: Antara
Ikhtisar
  • Pemerintah Indonesia menunda pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza sebagai dampak eskalasi konflik Iran vs AS dan Israel.
  • Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan seluruh rencana pengiriman saat ini “di-hold” tanpa batas waktu yang ditentukan.
  • Presiden Prabowo Subianto juga menangguhkan pembahasan Board of Peace (BoP) dan mendorong solusi damai melalui dialog.

INFORMASI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia resmi menunda pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina, seiring meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa seluruh rencana pengiriman pasukan saat ini dihentikan sementara.

"Semua di-hold. Di-hold," kata Prasetyo di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026).

Prasetyo menjelaskan, keputusan tersebut diambil sebagai dampak langsung dari perang yang terjadi antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran. Namun, ia tidak merinci sampai kapan penundaan tersebut akan berlangsung.

"Ya sampai batas waktu yang belum ditentukan," tandasnya.

Sebelumnya, rencana pengiriman pasukan ini merupakan bagian dari misi Pasukan Stabilisasi Internasional atau ISF yang dibentuk melalui Board of Peace (BoP). Dalam skema tersebut, Indonesia berperan sebagai Wakil Komandan, serta termasuk dalam gelombang pertama pengiriman pasukan.

Total pasukan yang direncanakan untuk diberangkatkan ke Gaza mencapai tidak kurang dari 8.000 personel.

Penundaan ini juga telah lebih dulu diumumkan oleh Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI. Dalam keterangannya pada Senin (16/3/2026), Bakom menyatakan bahwa peningkatan eskalasi konflik di Timur Tengah menjadi alasan utama dihentikannya sementara rencana tersebut.

“Rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza saat ini ditunda,” demikian keterangan Bakom RI.

Lebih lanjut, pemerintah menegaskan bahwa seluruh pembahasan terkait Board of Peace saat ini juga ikut ditangguhkan.

"Semua pembahasan terkait BoP sedang ditangguhkan (on hold) karena meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah," lanjut keterangan tersebut.

Presiden Prabowo Subianto diketahui mengambil langkah ini setelah mempertimbangkan kondisi geopolitik yang semakin tidak stabil. Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dinilai telah menciptakan ketidakpastian global.

Di tengah situasi tersebut, Prabowo juga mengajukan Indonesia sebagai mediator untuk mendorong penyelesaian damai. Ia menekankan pentingnya dialog sebagai jalan keluar konflik.

"Saran saya selalu mencari opsi damai," ujarnya.

Selain itu, Prabowo menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace bertujuan untuk mendukung kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara.

“Jika kami berada di dalamnya (BoP), kami masih bisa memengaruhi dan bekerja menuju solusi jangka panjang, yang menurut kami adalah Palestina merdeka, solusi dua negara," ungkapnya.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.