BMKG: Cuaca Panas Ekstrem di Jakarta Berlangsung hingga Lebaran, Waspada Kulit Gosong

BMKG: Cuaca Panas Ekstrem di Jakarta Berlangsung hingga Lebaran, Waspada Kulit Gosong
Ilustrasi cuaca panas. Foto: Istimewa
Ikhtisar
  • BMKG memprediksi cuaca panas ekstrem di Jakarta akan mencapai puncaknya pada 20-22 Maret 2026.
  • Data BMKG mencatat suhu maksimum mencapai 35,6 derajat Celsius dengan indeks ultraviolet masuk kategori ungu, berbahaya bagi kulit.
  • Masyarakat diminta mengurangi aktivitas luar ruangan pada rentang waktu terpanas pada pukul 10.00-14.00 WIB.

INFORMASI.COM, Jakarta - Warga Jakarta dan sekitarnya diminta untuk tidak lengah terhadap kondisi cuaca beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan suhu panas ekstrem yang menyengat masih akan berlangsung hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri, tepatnya sekitar tanggal 20 hingga 22 Maret 2026.

Periode puncak panas ini bertepatan dengan tingginya mobilitas masyarakat yang tengah sibuk mempersiapkan berbagai keperluan Lebaran, mulai dari belanja kebutuhan pokok hingga persiapan perjalanan mudik. Oleh karena itu, BMKG mengeluarkan imbauan khusus agar warga tidak menganggap remeh kondisi ini.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengungkapkan bahwa suhu maksimum di Jakarta sempat mencapai angka yang cukup mengkhawatirkan. Kondisi ini dipicu oleh langit yang relatif cerah dengan tutupan awan yang minim, sehingga radiasi matahari menembus atmosfer secara optimal dan langsung mencapai permukaan bumi.

"BMKG mencatat suhu maksimum hingga 35,6 derajat Celcius dan indeks UV masuk kategori ungu atau artinya bahaya ekstrem," ujar Guswanti dalam keterangan resmi.

Waspada Radiasi UV di Kategori Ekstrem

Indeks ultraviolet (UV) yang masuk kategori ungu merupakan level bahaya tertinggi. Pada level ini, kulit yang tidak terlindungi dapat terbakar dalam hitungan menit. Risiko kerusakan mata dan kulit juga meningkat signifikan jika terus terpapar sinar matahari langsung.

Guswanto menjelaskan bahwa kondisi panas dan radiasi tinggi ini diperkirakan masih akan terjadi selama masa peralihan musim. Pihaknya memprediksi puncak kondisi ekstrem akan berlangsung pada pertengahan hingga akhir pekan ini.

"Berdasarkan laporan cuaca terkini, kondisi panas yang cukup menyengat ini diperkirakan akan mencapai puncaknya pada pertengahan hingga akhir pekan ini, tepatnya pada tanggal 20 hingga 22 Maret 2026, " jelasnya.

Hati-hati Jam 10.00 hingga 14.00 WIB

Menghadapi situasi ini, BMKG mengeluarkan sejumlah imbauan praktis yang perlu dipatuhi masyarakat, terutama bagi mereka yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.

Pertama, warga disarankan untuk menghindari paparan langsung matahari pada rentang waktu puncak terik, yaitu pukul 10.00 hingga 14.00 WIB. Jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya aktivitas luar ruangan ditunda hingga sore hari.

Kedua, bagi yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan, penggunaan alat pelindung diri menjadi keharusan. Masyarakat diminta menggunakan topi, payung, kacamata hitam, serta pakaian berlengan panjang untuk meminimalkan kontak langsung sinar matahari dengan kulit.

Ketiga, penggunaan tabir surya atau sunscreen dengan SPF tinggi juga sangat penting untuk melindungi kulit dari bahaya sinar UV. Jangan lupa untuk mengaplikasikannya secara berkala, terutama jika banyak berkeringat.

Terakhir, masyarakat diimbau untuk memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi selama cuaca panas berlangsung. Kondisi tubuh yang kekurangan cairan dapat memicu berbagai masalah kesehatan, terutama di tengah padatnya aktivitas menjelang Lebaran.

BMKG berharap masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca panas ekstrem ini, terutama menjelang periode mudik Lebaran 2026. Dengan langkah antisipasi yang tepat, diharapkan aktivitas menyambut hari kemenangan tetap dapat berjalan lancar tanpa mengorbankan kesehatan.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.