- • Warga Aceh Tamiang merayakan Idulfitri 1447 H dalam suasana duka pascabencana banjir.
- • Kehadiran Presiden Prabowo Subianto saat salat Id dinilai memberi semangat dan rasa diperhatikan.
- • Sejumlah warga menyampaikan harapan untuk bangkit dan memperbaiki kehidupan ke depan.
INFORMASI.COM, Jakarta - Suasana Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, berlangsung dalam nuansa berbeda pada Sabtu (21/3/2026). Warga merayakan Lebaran di tengah kondisi pascabencana banjir yang masih menyisakan dampak, namun perlahan mulai bangkit dengan semangat baru.
Pagi itu, gema takbir terdengar dari Masjid Darussalam yang berdiri di kawasan hunian sementara. Di tengah barisan jemaah yang memenuhi saf, Presiden Prabowo Subianto hadir dan melaksanakan salat Idulfitri bersama masyarakat tanpa sekat.
Kehadiran Presiden menjadi perhatian warga yang masih berupaya pulih dari dampak bencana. Ibu Ami, warga Desa Upah, menyampaikan rasa senangnya atas kunjungan tersebut yang ia nilai sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat.
“Alhamdulillah ya senang kami dikunjungi bentar-bentar sama Presiden. Alhamdulillah berarti kan Presiden sayang sama orang Aceh Tamiang,” ujarnya.
Ia memaknai musibah yang terjadi sebagai ujian yang mendorong masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Ia juga berharap peristiwa tersebut dapat menjadi titik awal kebangkitan bagi daerahnya.
Hal serupa disampaikan Ibu Ades, warga Desa Simpang Empat. Ia menggambarkan Lebaran tahun ini sebagai perpaduan antara kesedihan dan kebahagiaan di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih.
“Antusias kami masyarakat setelah mendengar katanya Presiden akan hadir ke mari alhamdulillah kami merasa bahagia, senang karena kami merasa tidak ditinggal. Kami merasa dihargai, kami merasa mendapat spirit untuk kami bisa bangkit walaupun kami sudah terpuruk, tetapi kami sudah bisa bangkit,” tuturnya.
Menurutnya, kehadiran Presiden memberikan dorongan moral bagi masyarakat untuk kembali bangkit dan menata kehidupan.
“Kehadiran Bapak ke mari menambah semangat kami untuk kami optimistis kami harus bisa maju, bisa bangkit lagi, berdiri tanpa bantuan dari orang lain,” tambahnya.
Sementara itu, Ibu Rusnida menyampaikan rasa haru atas kunjungan tersebut. Ia mengaku tidak pernah membayangkan dapat bertemu langsung dengan Presiden dalam situasi seperti ini.
“Pak Presiden ke mari, kami senang. Senang, kami tak pernah dikunjungi Presiden, sekarang dikunjungi karena ada musibah yang besar datanglah Presiden ke mari,” ucapnya lirih.
Di balik pengalaman tersebut, ia menyampaikan harapan sederhana agar kehidupan masyarakat ke depan dapat lebih baik, terutama bagi generasi muda.
“Biar lebih bagus, anak-anak di sini biar dapat kerja semua,” harapnya.
Momentum Lebaran di tengah keterbatasan ini menunjukkan semangat warga Aceh Tamiang untuk bangkit dari dampak bencana. Kehadiran Presiden di tengah masyarakat menjadi simbol dukungan negara sekaligus penguat optimisme untuk membangun kembali kehidupan yang lebih baik.