- • Korlantas Polri memastikan arus balik Lebaran 2026 tetap terkendali meski terjadi kepadatan di sejumlah titik.
- • Rekayasa lalu lintas berupa one way nasional dan contraflow diterapkan secara bertahap.
- • Polisi mengimbau masyarakat memanfaatkan WFA dan mematuhi pembatasan kendaraan sumbu tiga.
INFORMASI.COM, Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas) Agus Suryonugroho menyatakan kondisi arus lalu lintas arus balik Lebaran 2026 masih terkendali meskipun terjadi kepadatan kendaraan di sejumlah ruas tol utama.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah diberlakukannya manajemen rekayasa lalu lintas one way nasional di KM 414 Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (24/3/2026).
“Hingga saat ini kondisi arus lalu lintas memang cukup padat, sesuai dengan prediksi bahwa tanggal 24 Maret 2026 merupakan puncak arus balik. Namun demikian, berbagai skenario manajemen lalu lintas telah disiapkan dan dijalankan,” kata Agus.
Rekayasa Lalu Lintas Bertahap
Sebelum penerapan skema nasional, jajaran kepolisian di Jawa Tengah lebih dahulu memberlakukan one way lokal di ruas KM 459 Tol Salatiga hingga KM 414 Tol Kalikangkung sebagai langkah antisipasi awal.
Korlantas kemudian melanjutkan pengaturan tersebut dengan skema bertahap yang disebut “one way sepenggal presisi” dari KM 263 Tol Pejagan hingga KM 70 Cikampek.
“Korlantas Polri juga menerapkan skema one way lokal bertahap atau ‘one way sepenggal presisi’, dimulai dari kilometer 263 hingga kilometer 70. Selanjutnya, dari kilometer 70 menuju kilometer 55 hingga kilometer 36 dipersiapkan contraflow dua lajur untuk mengurai kepadatan arus dari arah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Berdasarkan evaluasi dan analisa di lapangan, dilakukan pula perpanjangan one way arus balik dari kilometer 459 hingga kilometer 414 Kalikangkung,” ujarnya.
Pengamanan Jalur Arteri dan Nasional
Selain pengaturan di jalan tol, kepolisian juga menyiagakan personel di jalur arteri dan jalan nasional untuk mengantisipasi dampak pengalihan arus kendaraan.
Agus menyebut pengamanan dilakukan secara menyeluruh di berbagai wilayah, termasuk jalur Pantura.
“Selain di jalan tol, pengamanan juga dilakukan di jalur arteri dan jalan nasional. Seluruh jajaran kepolisian di daerah seperti Banyumas, Brebes, hingga jalur Pantura disiagakan untuk mengantisipasi dampak rekayasa lalu lintas di tol,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa mobilitas masyarakat masih tinggi, termasuk pergerakan aglomerasi dan kunjungan ke destinasi wisata.
“Pergerakan aglomerasi serta kunjungan ke tempat wisata juga masih cukup tinggi, sehingga menjadi perhatian dalam pengamanan,” kata Agus.
Imbauan WFA dan Pembatasan Kendaraan
Polri mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan pada puncak arus balik. Kebijakan work from anywhere (WFA) diharapkan dapat membantu mendistribusikan waktu perjalanan.
Selain itu, pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga tetap diberlakukan selama periode arus balik.
“Pemerintah juga mengimbau agar masyarakat memanfaatkan kebijakan work from anywhere untuk mengurai kepadatan arus mudik dan balik. Selain itu, pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga juga diberlakukan,” tutur Agus.
Korlantas juga meminta pelaku usaha logistik untuk mematuhi aturan tersebut.
“Korlantas mengimbau para pengusaha logistik untuk mematuhi aturan tersebut, dan telah dilakukan penindakan terhadap kendaraan yang melanggar demi mengutamakan kelancaran dan keselamatan pemudik,” pungkasnya.