Pemudik Diimbau Hindari Arus Balik 28-29 Maret 2026, Volume Kendaraan Diprediksi Tinggi

Pemudik Diimbau Hindari Arus Balik 28-29 Maret 2026, Volume Kendaraan Diprediksi Tinggi
One Way Tol Jakarta-Cikampek hingga Tol Kalikangkung diberlakukan pada Rabu (18/3/2026). Foto: Istimewa
Ikhtisar
  • Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta masyarakat mengatur jadwal arus balik Lebaran 2026
  • Dudy meminta masyarakat menghindari perjalanan pada 28-29 Maret karena diprediksi volume kendaraan menuju Jakarta sangat tinggi.
  • Pemerintah mendorong pemudik memanfaatkan kebijakan WFA dan diskon tarif tol 30 persen pada 26-27 Maret.

INFORMASI.COM, Jakarta - Pemerintah mulai memperingatkan potensi kepadatan arus balik Lebaran Idulfitri 2026 setelah lonjakan kendaraan menuju Jakarta mulai terlihat dalam pemantauan terbaru. Di tengah peningkatan volume lalu lintas itu, masyarakat diminta tidak menunggu akhir masa libur untuk kembali.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau pemudik mengatur waktu perjalanan agar tidak menumpuk pada dua hari yang diperkirakan menjadi titik padat, yakni 28 dan 29 Maret 2026.

“Kami harapkan masyarakat dapat mengatur waktu perjalanan sehingga tidak terjadi penumpukan pada tanggal 28 dan 29 Maret,” kata Dudy dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 25 Maret 2026.

Imbauan itu disampaikan ketika pemerintah berupaya mengurai beban lalu lintas arus balik yang diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari terakhir masa libur Lebaran. Salah satu langkah yang didorong adalah memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) agar masyarakat memiliki fleksibilitas waktu saat kembali ke kota asal aktivitasnya.

Selain pengaturan waktu, pemerintah juga meminta pemudik memanfaatkan diskon tarif tol sebesar 30 persen yang berlaku pada 26 hingga 27 Maret 2026. Skema ini diharapkan dapat menggeser pergerakan kendaraan ke hari yang relatif lebih longgar sehingga kepadatan tidak menumpuk pada akhir periode libur.

Dudy juga mengingatkan bahwa pemerintah masih memberlakukan pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga ke atas hingga 29 Maret 2026. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama masa arus balik.

Di lapangan, tanda-tanda puncak arus balik sudah mulai terlihat. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan jumlah kendaraan yang kembali ke Jakarta menunjukkan kenaikan signifikan.

Berdasarkan pemantauan terbaru, sekitar 2,04 juta kendaraan telah masuk kembali ke Jakarta dari total sekitar 2,52 juta kendaraan yang sebelumnya meninggalkan wilayah ibu kota.

“Puncak arus balik tertinggi terjadi tadi malam dengan 256.338 kendaraan, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu (223.163 kendaraan),” ujar Sigit.

Data itu menunjukkan arus balik tahun ini bergerak lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada musim mudik tahun sebelumnya. Tekanan arus kendaraan pun tidak hanya terlihat pada malam hari, tetapi juga terus berlanjut pada siang hari.

Sigit mengungkapkan bahwa hingga Rabu, 25 Maret 2026, pukul 12.00 WIB, sebanyak 82.000 kendaraan juga telah memasuki wilayah Jakarta.

Dalam menghadapi lonjakan itu, Polri terus menyesuaikan rekayasa lalu lintas berdasarkan indikator volume capacity ratio (VC ratio). Skema yang diterapkan mencakup contraflow, one way sepenggal, hingga one way nasional, tergantung tingkat kepadatan di lapangan.

Saat ini, rekayasa lalu lintas di Gerbang Tol Kalilangkung telah bergeser dari one way nasional menjadi one way sepenggal setelah kepadatan kendaraan mulai menurun.

Selain fokus pada kelancaran, aparat juga menyoroti aspek keselamatan perjalanan. Sigit mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri mengemudi saat lelah dan memanfaatkan rest area maupun fasilitas istirahat di jalur arteri.

Untuk menjaga pengamanan arus balik tetap optimal, Polri juga memutuskan memperpanjang masa operasi pengamanan beberapa hari ke depan.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan arus mudik Lebaran 2026 secara umum berjalan lancar meskipun volume kendaraan meningkat.

“Alhamdulillah arus mudik berjalan dengan baik dan kecelakaan lalu lintas juga menurun sekitar 16%,” sebut Pratikno.

Ia menjelaskan, kelancaran arus mudik tahun ini ditopang oleh koordinasi lintas sektor yang melibatkan Kementerian Perhubungan, Polri, BUMN seperti Jasa Marga, serta dukungan sistem pemantauan berbasis data secara real time.

Meski demikian, pemerintah menilai tantangan terbesar justru masih berada di fase arus balik. Pratikno memperkirakan volume kendaraan yang kembali dapat meningkat lebih dari 5 persen dan berpotensi terkonsentrasi menjelang akhir libur.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menunda kepulangan hingga hari-hari terakhir. Semakin awal perjalanan dilakukan, semakin besar peluang untuk menghindari antrean panjang dan kepadatan ekstrem di jalur utama menuju Jakarta.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.