- • Rekayasa lalu lintas contraflow diberlakukan di ruas Tol JakartaCikampek, mulai KM 70 hingga KM 47 arah Jakarta, Jumat pagi pukul 08.49 WIB.
- • Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan pada periode arus balik Lebaran.
- • JTT mengoptimalkan pelayanan dengan membuka 22 gardu di GT Cikampek Utama serta menerjunkan petugas di lapangan.
INFORMASI.COM, Jakarta - Kepadatan arus balik Lebaran mulai terasa di ruas Tol Jakarta-Cikampek pada Jumat pagi. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama jajaran kepolisian pun mengambil langkah cepat dengan memberlakukan sistem contraflow, sebuah rekayasa lalu lintas yang memanfaatkan badan jalan berlawanan arah untuk mengurai kepadatan menuju ibu kota.
Langkah ini diambil setelah pihak berwenang mencermati peningkatan volume kendaraan yang signifikan memasuki Jakarta pasca perayaan Idulfitri. Dengan penerapan contraflow, diharapkan antrean panjang di pintu keluar tol dapat dihindari dan waktu tempuh pemudik bisa lebih terkendali.
Kronologi Penerapan Contraflow di Japek
Rekayasa lalu lintas ini mulai diimplementasikan pada pukul 08.49 WIB, Jumat (11/4/2025). Titik awal pemberlakuan berada di KM 70 hingga KM 47 ruas Tol Jakarta-Cikampek, yang merupakan koridor utama arus balik dari arah timur menuju Jakarta. Kebijakan tersebut diambil berdasarkan diskresi kepolisian setempat setelah melakukan pemantauan langsung di lapangan.
Vice President Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh kebijakan tersebut sebagai bentuk kesiapan manajemen jalan tol dalam menghadapi lonjakan arus balik.
“Rekayasa lalu lintas contraflow ini merupakan langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan,” ujar Ria dalam keterangan resminya, Jumat (11/4/2025).
Ia menambahkan bahwa dukungan JTT tidak hanya terbatas pada penerapan skema lalu lintas, tetapi juga pada optimalisasi fasilitas transaksi di gerbang tol utama. Mengantisipasi peningkatan volume kendaraan yang cukup tinggi, JTT mengoperasikan hingga 22 gardu di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama untuk melayani kendaraan yang masuk ke arah Jakarta.
Kesiapan Petugas dan Imbauan untuk Pemudik
Tak hanya mengandalkan sistem contraflow dan penambahan gardu, JTT juga menurunkan personel operasional secara intensif di sejumlah titik rawan kepadatan. Petugas disiagakan untuk melakukan pengaturan lalu lintas secara manual jika diperlukan, serta memberikan bantuan cepat kepada pengguna jalan yang mengalami kendala di tengah perjalanan.
“Kami mendukung penuh kebijakan rekayasa lalu lintas yang ditetapkan oleh pihak kepolisian guna memastikan arus kendaraan tetap bergerak optimal, khususnya pada periode arus balik yang volume kendaraan yang melintas cukup tinggi,” kata Ria.
Di tengah pemberlakuan rekayasa lalu lintas ini, JTT menyampaikan sejumlah imbauan kepada masyarakat yang masih dalam perjalanan pulang. Pengguna jalan diminta untuk mengantisipasi rute perjalanan dengan memantau informasi terkini, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.
Ria Marlinda Paallo juga mengingatkan secara spesifik soal kesiapan administrasi perjalanan. Menurutnya, kelancaran di gerbang tol sangat bergantung pada kesiapan pengguna jalan itu sendiri.
“Pengguna jalan juga diharapkan memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum melakukan perjalanan, untuk menjaga kelancaran di gerbang tol,” pesannya.
Selain itu, imbauan keselamatan seperti menjaga jarak aman serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan juga menjadi penekanan utama guna mencegah terjadinya kecelakaan di tengah kepadatan arus balik.