- • Gempa bumi magnitudo 7,6 mengguncang wilayah laut tenggara Bitung, Sulawesi Utara, Kamis pagi, dan getarannya terasa hingga Manado serta Ternate.
- • BNPB mendeteksi gelombang tsunami kecil di Halmahera Barat dan Bitung, sementara dua gempa susulan juga tercatat dalam waktu singkat.
- • Tim SAR melaporkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya terluka di Manado akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
INFORMASI.COM, Jakarta - Gempa bumi magnitudo 7,6 yang berpusat di perairan tenggara Bitung, Sulawesi Utara, mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Utara hingga Maluku Utara pada Kamis (2/4/2025) pagi. Getaran kuat dirasakan warga di Bitung, Manado, hingga Ternate, dan memicu kepanikan di sejumlah kawasan pesisir.
Peristiwa itu terjadi pada pukul 05.48 WIB atau 06.48 Wita. Dalam hitungan menit setelah gempa utama, masyarakat di beberapa daerah berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri, terutama setelah muncul peringatan dini potensi tsunami.
Di tengah situasi darurat tersebut, Tim SAR melaporkan korban jiwa di Manado. Sejauh ini, satu orang dinyatakan meninggal dunia dan satu orang lainnya terluka setelah tertimpa reruntuhan bangunan akibat guncangan gempa.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan gempa tersebut merupakan gempa tektonik dengan pusat di laut, tepatnya pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara dan 126,25 derajat Bujur Timur, pada kedalaman 62 kilometer.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, sistem peringatan dini mencatat adanya tsunami kecil di sejumlah wilayah pesisir tidak lama setelah gempa terjadi.
“Meski relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,” kata Abdul Muhari di Jakarta, Kamis.
BNPB mencatat gelombang tsunami setinggi sekitar 0,3 meter terdeteksi di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB. Sementara itu, gelombang setinggi 0,2 meter juga terpantau di Bitung pada pukul 06.15 WIB.
Walau tinggi gelombang tergolong rendah, kemunculan tsunami kecil itu membuat situasi di wilayah pesisir tetap dinilai rawan. Karena itu, pemerintah meminta warga tidak terburu-buru kembali ke kawasan pantai sebelum ada pernyataan resmi yang menyatakan kondisi benar-benar aman.
Di lapangan, guncangan gempa disebut terasa cukup kuat selama sekitar 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya. Guncangan juga dirasakan di Kota Ternate, Maluku Utara, dan membuat warga panik.
Setelah gempa utama, aktivitas seismik masih berlanjut. Hingga pukul 07.00 WIB, BNPB mencatat dua gempa susulan, yakni magnitudo 5,5 pada pukul 06.07 WIB dan magnitudo 5,2 pada pukul 06.12 WIB. Kedua gempa susulan itu sama-sama berpusat di laut dan dinyatakan tidak berpotensi tsunami.
Sementara itu, kerusakan awal mulai terdata di sejumlah wilayah. BNPB mencatat dampak ringan hingga sedang di Kota Ternate, antara lain kerusakan pada satu unit tempat ibadah di Kecamatan Pulau Batang Dua serta dua rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan.
Pendataan di wilayah lain masih terus berlangsung. Hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan asesmen dampak di Kota Bitung untuk memastikan skala kerusakan dan kebutuhan penanganan lanjutan.
BNPB pun mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, agar tetap waspada. Warga diminta menjauhi pantai, mengikuti arahan aparat, serta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Dalam situasi seperti ini, kecepatan informasi memang penting, tetapi ketepatan tetap menjadi hal yang paling menentukan. Pemerintah meminta masyarakat menunggu pembaruan resmi dari otoritas kebencanaan dan aparat setempat sebelum mengambil keputusan untuk kembali ke rumah atau area pesisir.
Kalau kamu mau, saya juga bisa bantu bikin versi yang lebih “media besar nasional” (lebih tajam, lebih enak dibaca, dan lebih siap tayang), atau versi straight news yang lebih pendek dan padat untuk portal online.