GAMKI dan Puluhan Ormas Kristen Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya

GAMKI dan Puluhan Ormas Kristen Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya
DPP GAMKI dan sejumlah ormas Kristiani menggelar konferensi pers sebelum melaporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya, Minggu (12/4/2026). Foto: GAMKI
Ikhtisar
  • DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama sejumlah organisasi Kristen melaporkan Wapres ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, ke Polda Metro Jaya, Minggu (12/4/2026).
  • Jusuf Kalla dilaporkan buntut dari pernyataannya dalam sebuah ceramah di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada, pada Maret 2026.
  • JK dinilai telah menyakiti hati umat Kristiani karena menyebut umat Kristen meyakini tindakan menewaskan orang lain dalam konflik sebagai jalan syahid.

INFORMASI.COM, Jakarta - Sebuah potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, yang direkam di lingkungan Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) memantik gelombang protes keras dari kalangan umat Kristiani.

Merespons konten yang dinilai mengandung distorsi ajaran agama tersebut, Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) bersama sejumlah organisasi masyarakat Kristiani lainnya mengambil langkah hukum.

Pada Minggu, 12 April 2026, DPP GAMKI melaporkan Jusuf Kalla ke Markas Polda Metro Jaya.

Substansi Ceramah yang Menuai Polemik

Bibit kegaduhan ini bermula dari unggahan kanal YouTube resmi Masjid Kampus UGM pada 5 Maret 2026. Dalam sebuah sesi ceramah yang bertajuk "Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar", Jusuf Kalla hadir sebagai pembicara.

Materi yang semula membahas geopolitik kawasan itu kemudian menyinggung analisis sosiologis mengenai akar konflik komunal di Indonesia, terutama di Poso dan Ambon.

Perhatian publik dan para petinggi organisasi Kristen tertuju spesifik pada penggalan pernyataan yang terlontar di antara menit ke-9 hingga ke-10 dalam durasi video tersebut. Dalam rekaman itu, Jusuf Kalla menyampaikan analisisnya mengenai motif di balik sulitnya penghentian konflik di sejumlah wilayah. Ia menyatakan:

"Kenapa agama gampang menjadi alasan konflik kayak di Poso, Ambon? Karena kedua-duanya Islam dan Kristen berpendapat mati atau menewaskan orang atau mematikan itu syahid. Saat konflik berlangsung kedua pihak berkeyakinan begitu. Kalau saya bunuh orang Islam, saya syahid. Kalau saya mati pun saya syahid. Akhirnya susah berhenti," ujar Jusuf Kalla dalam video yang diunggah di akun Youtube Masjid Kampus UGM, Maret lalu.

Pernyataan yang menyandingkan konsep "syahid" dalam konteks kekerasan antarumat beragama inilah yang kemudian dianggap sebagai pangkal persoalan oleh komunitas Kristen. Para pemuka lembaga keagamaan menilai terdapat penyamarataan pemahaman teologis yang tidak berdasar dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serius di tengah masyarakat majemuk.

Sikap Tegas Lintas Organisasi dan Pelaporan Resmi

Menindaklanjuti viralnya potongan video tersebut, DPP GAMKI bersama sejumlah ormas Kristiani menggelar konferensi pers di Sekretariat DPP GAMKI, Minggu (12/4/2026).

Selain GAMKI, hadir juga perwakilan Dewan Pakar Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), Asosiasi Pendeta Indonesia (API), Gerakan Perjuangan Masyarakat Pluralisme, serta belasan organisasi lain seperti DPP Si Pitung, DPP Horas Bangso Batak, DPP Pasukan Manguni Makasiouw, DPP Aliansi Timur Indonesia, Tim Manguni, Timur Indonesia Bersatu, Pemuda Batak Bersatu, Advokat Raja-Raja Batak, Gaharu Nusantara Bersinar, Diaspora, Tegas Jaga Indonesia, Patriot Garda Indonesia, Badan Kerja Sama Gereja dan Lembaga, Forum Jurnalis Batak, Garda Borgo Manguni, Seknas Indonesia Maju, dan Kejayaan Nusantara Cerdas.

Ketua Umum DPP GAMKI, Sahat Sinurat, membacakan langsung tiga poin utama pernyataan sikap yang menjadi dasar pergerakan massa untuk melaporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya. Dengan nada tegas, Sahat membacakan poin-poin tersebut di hadapan awak media.

"Pertama, Menyatakan bahwa agama Kristen tidak pernah mengajarkan membunuh orang Islam akan syahid masuk surga, justru agama Kristen mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia bahkan musuh sekalipun," ucap Sahat Sinurat membuka pernyataannya.

Pernyataan berlanjut pada poin kedua yang secara eksplisit ditujukan kepada figur Jusuf Kalla. "Kedua, Mengecam keras pernyataan Bapak Jusuf Kalla yang menyakiti hati kami umat Kristen dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat," tegasnya.

Adapun poin ketiga menjadi penegasan langkah konkret yang segera ditempuh oleh koalisi lembaga ini.

"Ketiga, maka bersama ini kami yang terdiri dari berbagai Lembaga Kristen dan Organisasi Masyarakat akan melaporkan Bapak Jusuf Kalla ke-Kepolisian RI," pungkas Sahat Sinurat menutup pembacaan sikap.

Tanpa menunda waktu, seusai pernyataan tersebut dibacakan, rombongan perwakilan lembaga Kristen dan organisasi kemasyarakatan yang hadir langsung bertolak meninggalkan Sekretariat DPP GAMKI menuju gedung Polda Metro Jaya untuk meregistrasikan laporan resmi mereka.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.