- • Bareskrim Polri mengungkap pabrik gas N20 (dinitrogen oksida) merek Whip-Pink di Jakarta.
- • Pabrik itu beroperasi di tiga lokasi berbeda yakni Kemayoran, Pulogadung, dan Pademangan.
- • Polisi mengamankan sembilan orang berinisial S, AR, P, NHM, E, ST, SL, SP, dan AS yang diduga terlibat dalam produksi dan pengedaran.
INFORMASI.COM, Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil membongkar pabrik gas dinitrogen oksida (N2O) dengan merek dagang Whip-Pink yang beroperasi di wilayah Jakarta. Pengungkapan ini dilakukan pada 13 hingga 14 April 2026, dengan total sembilan orang diamankan dari tiga lokasi berbeda.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menyebutkan bahwa kesembilan orang yang diamankan itu berinisial S, AR, P, NHM, E, ST, SL, SP, dan AS.
“Pengungkapan perkara tindak pidana kesehatan memproduksi dan mengedarkan sediaan farmasi jenis gas N2O merk Whip-pink,” kata Eko dalam keterangannya pada Rabu (15/4/2026).
Lokasi pertama yang didatangi petugas adalah sebuah ruko di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Dari sana, polisi kemudian mengembangkan penyelidikan ke rumah kontrakan di Pulogadung, Jakarta Timur, serta sebuah ruko di Pademangan, Jakarta Utara.
Awal mula pengungkapan ini terjadi setelah polisi menerima informasi adanya peredaran narkoba di wilayah Kemayoran. Tim lalu melakukan pembelian terselubung (undercover buying) dan menyambangi langsung gudang penyimpanan Whip-Pink. Dari ketiga lokasi tersebut, polisi menyita ratusan tabung gas Whip-Pink serta sejumlah mesin pengisian gas.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pabrik ilegal ini dikelola oleh PT SSS. Perusahaan tersebut diduga tidak memiliki legalitas resmi dan tidak mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk produk Whip-Pink.
“Berdasarkan hasil interogasi, diketahui bahwa pemilik dari lokasi produksi, dan gudang pengiriman produk gas N2O merek Whip-pink adalah saudara Andi Hioe, saudari Sencen, dan saudara Jason Hioe,” ungkap Eko.
Jaringan distribusi Whip-Pink ternyata cukup luas. Eko mengungkapkan bahwa total ada 16 lokasi gudang penyimpanan yang tersebar di berbagai kota. Lokasi-lokasi itu meliputi Jakarta, Bandung, Makassar, Semarang, Yogyakarta, Balikpapan, Surabaya, Medan, Bali, dan Lombok.
“Omzet penjualan produk Whip-pink pada bulan November senilai Rp 4,9 miliar, Desember Rp 7,1 miliar, Januari Rp 5 miliar, Februari Rp 2,2 miliar, Maret Rp 2,1 miliar,” beber Eko.
Menariknya, pabrik Whip-Pink ini sempat bertindak sangat hati-hati pascainsiden tewasnya selebgram Lula Lahfah yang diduga karena menghirup gas N2O. Namun, kewaspadaan itu tidak menyelamatkan mereka dari tangan polisi.
Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk menentukan sosok tersangka dalam perkara ini.