Kronologi Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur: Satu Kereta Tembus Gerbong

Kronologi Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur: Satu Kereta Tembus Gerbong
Kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek menabrak KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam. Foto: Antara
Ikhtisar
  • KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek menabrak KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).
  • Gerbong lokomotif KA Argo Bromo Anggrek bahkan menembus hingga ke gerbong belakang KRL.
  • Setidaknya, enam orang tercatat meninggal dunia dan 80 penumpang lainnya terluka akibat insiden ini.

INFORMASI.COM, Jakarta - Benturan keras antara dua kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026), ketika KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek menghantam Kereta Rel Listrik (KRL) yang tengah berhenti. Kekuatan tabrakan itu membuat kereta jarak jauh tersebut menembus gerbong belakang KRL hingga hancur parah.

Berdasarkan video yang diunggah akun YouTube @trainspotter_id, perekam memperlihatkan KA Argo Bromo mulanya berjalan tanpa hambatan. Namun, keadaan berubah drastis ketika tabrakan keras tiba-tiba terjadi. Perekam kemudian segera keluar dari KA Argo Bromo. Dari luar, terlihat jelas bahwa kereta tersebut telah menabrak KRL yang sedang berhenti di peron Stasiun Bekasi Timur.

Dalam tayangan langsung itu, tampak badan KA Argo Bromo menembus gerbong paling belakang KRL. Akibatnya, gerbong KRL tersebut rusak berat. Suasana sekitar pun berubah kacau. Warga dan penumpang yang berada di Stasiun Bekasi Timur panik. Puing-puing hasil tabrakan berserakan di peron stasiun.

Respons PT KAI: Fokus Evakuasi dan Permohonan Maaf

Insiden itu mengakibatkan enam penumpang KRL tewas di lokasi, sementara 80 orang lainnya mengalami luka-luka dan langsung mendapat perawatan medis.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) langsung merespons insiden tersebut. Perusahaan menyampaikan permohonan maaf dan memastikan seluruh upaya diarahkan pada proses evakuasi terhadap korban.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, kepada wartawan di lokasi pada Senin (27/4/2026), menyatakan bahwa insiden ini berdampak pada perjalanan kereta api.

“Telah terjadi insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, yang berdampak pada perjalanan kereta api. Kami memahami situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelanggan dan keluarga yang menunggu kabar,” kata Anne Purba.

Anne menambahkan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan.“Saat ini, seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan,” tambahnya.

Dalam pernyataan terpisah, Anne kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang. Dia menegaskan bahwa penumpang dan petugas kereta segera ditangani.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” ujarnya.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.