- • BBKK Bandara Soekarno-Hatta memperketat standar kesehatan penumpang internasional untuk mencegah potensi penularan Hantavirus.
- • Sistem skrining dilakukan sejak pengisian deklarasi kesehatan digital hingga pemeriksaan visual dan thermal scanner saat kedatangan.
- • Pengawasan difokuskan pada negara terdeteksi kasus Hantavirus seperti Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan Panama.
INFORMASI.COM, Jakarta - Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, memperketat pengawasan kesehatan bagi pelaku perjalanan udara dari luar negeri. Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penularan Hantavirus setelah muncul laporan kasus dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kepala BBKK Bandara Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini, menyampaikan bahwa pengawasan kesehatan dimulai sejak sebelum penumpang tiba di Indonesia melalui sistem digital.
Ia menjelaskan bahwa seluruh pelaku perjalanan wajib mengisi deklarasi kesehatan melalui aplikasi SatuSehat.
“Kami di Soekarno-Hatta sudah melakukan kesiapsiagaan. Yang pertama adalah melalui isian deklarasi kesehatan di aplikasi SatuSehat. Dari situ kita nanti akan tahu risiko daripada pesawat itu, ada orang berisiko atau tidak. Yang kedua, begitu turun, itu ada pengamatan tanda dan gejala melalui thermal scanner dan observasi visual,” kata Naning di Tangerang, Senin (11/5/2026).
Proses tersebut menjadi tahap awal untuk mengidentifikasi potensi risiko kesehatan dari setiap penerbangan internasional yang masuk.
Jika ditemukan penumpang dengan gejala yang mencurigakan, petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan lanjutan oleh dokter untuk memastikan kondisi medis yang bersangkutan.
Naning menjelaskan bahwa penumpang yang masuk kategori dugaan atau probable akan dirujuk ke rumah sakit rujukan penyakit infeksi.
“Kalau dari pemeriksaan memang yang bersangkutan itu probable, maka kami rujuk ke rumah sakit pusat infeksi untuk melakukan penanganan lebih lanjut. Di situ nanti akan bisa diisolasi atau dilakukan pemeriksaan laboratorium,” ujarnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan medis berjalan cepat sekaligus mencegah potensi penyebaran virus di area publik.
BBKK Soekarno-Hatta juga menyiapkan jalur khusus untuk penanganan penyakit menular di bandara.
Naning menyebut pihaknya memiliki fasilitas ambulans khusus yang dirancang untuk pasien dengan dugaan penyakit infeksi.
“Kemudian kami juga punya namanya ambulans khusus penyakit menular. Karena orang yang kita bawa ini, yang mau kita rujuk ini adalah orang dengan penyakit menular,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa ambulans tersebut dilengkapi sistem dekontaminasi.
“Di ambulans penyakit menular ada sistem dekontaminasi sehingga virus, bakteri, atau kuman, yang berasal dari orang yang masuk di dalam ambulans yang kita curigai tadi, itu nanti bisa didekontaminasi sehingga tidak terjadi penularan ke orang lain,” tambah Naning.
Saat ini BBKK Soekarno-Hatta meningkatkan pengawasan terhadap beberapa negara yang telah melaporkan kasus Hantavirus. Negara yang masuk dalam daftar pengawasan ketat meliputi Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan Panama.
Naning menyatakan bahwa daftar tersebut tidak bersifat tetap dan dapat diperbarui sesuai perkembangan situasi global.
“Jadi kami melakukan pengetatan pengawasan terhadap negara-negara yang sudah menemukan atau teridentifikasi ada virus Hanta, seperti Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan satu lagi Panama. Jadi itu ada empat negara yang kami melakukan pengetatan ekstra kalau ada penerbangan langsung ke Soekarno-Hatta. Tapi tidak menutup kemungkinan nanti kalau ada yang baru, tentunya kami akan menambahkan ataupun mengoreksi,” ungkapnya.
Selain memperketat pengawasan, pihak BBKK juga mengimbau seluruh pelaku perjalanan udara untuk menjaga kewaspadaan dan menerapkan protokol kesehatan selama perjalanan internasional.
Hantavirus diketahui dapat menular melalui urin, air liur, serta kontak dengan tikus yang terinfeksi. Karena itu, kewaspadaan dinilai penting untuk mencegah penularan lintas negara melalui mobilitas udara yang tinggi.