- • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengaku penasaran dengan sosok pencipta lagu viral 'My Little Bolu Ketan.'
- • Ketua Umum Partai Golkar itu mengaku ingin bertemu langsung dengan pembuatnya.
- • Bahlil juga mengapresiasi kreativitas anak muda di media sosial, sekaligus mengingatkan agar tidak menyinggung isu SARA.
INFORMASI.COM, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, penasaran dengan sosok di balik lagu 'My Little Bolu Ketan' yang tengah viral di media sosial. Bahkan, ia menyatakan kesiapannya untuk mengundang langsung pembuat lagu tersebut berbincang sambil makan bersama.
Keinginan bertemu itu dilontarkan Bahlil saat mengobrol dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad. Percakapan mereka kemudian diunggah di akun Instagram Raffi pada Jumat (29/5) lalu.
Kepada Raffi, Bahlil mengaku rasa penasarannya begitu besar. Ia pun meminta bantuan Raffi untuk mempertemukannya dengan sang kreator.
"Kalau itu asli penasaran, adinda, saya akan minta tolong untuk saya mengundang kalau yang bersangkutan berkenan, saya akan mengundang untukmu berbincang-bincang sekaligus makan. Karena penasaran juga saya," ujar Bahlil dengan nada antusias.
Ia menegaskan, dirinya sama sekali tidak mengetahui siapa sosok di balik lagu yang liriknya menyebut 'Mas Bahlil Ganteng' itu. Ketidaktahuannya itulah yang justru memicu rasa ingin tahunya semakin membara.
"Saya sendiri nggak tahu, dan itu alami sekali. Dan saya sendiri penasaran ini siapa yang buat. Jadi kalau boleh, bisa temukan, saya pengen sekali ketemu," ungkap Bahlil.
Jadi Bahan Candaan Keluarga Saat Umrah
Cerita soal lagu itu, kata Bahlil, bahkan sudah masuk ke dalam gelak tawar keluarganya. Momen paling lucu terjadi ketika ia tengah menjalankan ibadah umrah.
"Saya lagi ibadah umrah, pagi-pagi bangun, anak saya aja ketawain saya. 'Bapak MBG', wah," tuturnya sambil tersenyum mengenang kejadian tersebut.
Meski penasaran, Bahlil tidak lupa menyampaikan apresiasinya terhadap karya anak muda yang memanfaatkan media sosial. Menurutnya, kreativitas semacam itu layak dihargai selama digunakan dalam koridor yang positif.
"Tetapi saya menghargailah kreativitas orang-orang ya anak-anak muda sekarang, itu teman-teman ya. Cuma satu aja saran saya, di era demokrasi sosmed ini penting. Namun kalau boleh juga dipergunakan dengan terukur," pesan Bahlil.
Ia pun mengingatkan agar kreativitas di dunia maya tidak melukai isu-isu sensitif yang bisa memecah belah persatuan masyarakat. Batasan itu, tegasnya, tidak boleh dilanggar.
"Betul, contoh jangan sampai masuk ke SARA. Nggak boleh, karena apa, itu akan memicu solidaritas kita sesama anak bangsa. Jadi kreativitas itu harus dihargai selama dalam kerangka yang baik dan benar," jelas Bahlil.
Sebagai pejabat publik, Bahlil mengaku telah siap dengan segala bentuk perhatian maupun respons dari warga, termasuk yang dikemas dalam lagu viral tersebut.
"Ya risiko jadi pejabat publik, harus menerima semuanya," pungkasnya.