- • Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru.
- • Nanik merupakan mantan jurnalis senior yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
- • Kariernya mencakup dunia media, tim pemenangan Prabowo pada Pilpres 2019, hingga sejumlah posisi strategis di pemerintahan dan BUMN.
INFORMASI.COM, Jakarta – Nanik Sudaryati Deyang resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana. Penunjukan tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers pada Selasa (2/6/2026).
"Bapak Presiden memutuskan mengangkat Nanik S Dayang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru," ujar Prasetyo Hadi.
Dengan jabatan barunya, Nanik akan memimpin lembaga yang bertugas mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Sebelum dipercaya memimpin BGN, Nanik lebih dahulu menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Posisi tersebut diembannya setelah bergabung ke jajaran pimpinan lembaga pada September 2025.
Berawal dari Dunia Jurnalistik
Nanik Sudaryati Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Ia memulai karier profesionalnya sebagai wartawan di Tabloid Bangkit sebelum berkiprah di sejumlah perusahaan media nasional.
Perjalanannya di industri media tidak hanya berlangsung di ruang redaksi. Seiring waktu, Nanik juga menempati berbagai posisi manajerial di sejumlah perusahaan penerbitan.
Berdasarkan Data Pers 2014, ia pernah menjabat sebagai pemimpin umum majalah Femme, direktur utama tabloid Info Kecantikan, serta komisaris di beberapa media, antara lain Info Kuliner, Peluang Usaha, dan The Politic.
Pengalaman panjang di bidang jurnalistik membuat Nanik aktif mengikuti berbagai isu sosial, ekonomi, dan politik. Ia juga terlibat dalam sejumlah kegiatan sosial yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat serta upaya pengentasan kemiskinan.
Bergabung dalam Tim Pemenangan Prabowo
Nama Nanik mulai dikenal lebih luas dalam dunia politik ketika bergabung dengan tim pemenangan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2019.
Saat itu, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur untuk pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Setelah Prabowo memenangkan Pemilihan Presiden 2024, Nanik mendapat kepercayaan untuk masuk ke dalam pemerintahan.
Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024, ia dilantik sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) untuk masa jabatan 2024–2029.
Pernah Menjadi Komisaris Pertamina
Karier Nanik di sektor publik terus berlanjut. Pada Juni 2025, ia ditunjuk sebagai komisaris independen PT Pertamina (Persero).
Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 17 September 2025, pemerintah mengangkatnya sebagai Wakil Kepala BGN. Pada saat yang sama, ia diberhentikan dari jabatannya di Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
Penugasan tersebut menjadi langkah awal keterlibatannya dalam pelaksanaan program-program gizi nasional sebelum akhirnya dipercaya memimpin lembaga tersebut pada 2026.
Pernah Diperiksa sebagai Saksi Kasus Ratna Sarumpaet
Di luar kariernya sebagai jurnalis dan pejabat publik, nama Nanik juga sempat menjadi perhatian publik dalam kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet pada 2018.
Saat penyidik menangani perkara tersebut, Nanik dimintai keterangan sebagai saksi oleh penyidik Polda Metro Jaya.
Kini, dengan penunjukan sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang akan memimpin lembaga yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di tingkat nasional.