Besok Puasa Sunnah Muharram, Ini Niat Puasa Tasu'a dan Asyura

Besok Puasa Sunnah Muharram, Ini Niat Puasa Tasu'a dan Asyura
Ilustrasi dibuat menggunakan mesin Gemini AI
Ikhtisar
  • Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus termasuk empat bulan mulia yang dimuliakan Allah SWT.
  • Rasulullah SAW menyebut puasa di bulan Muharram sebagai puasa paling utama setelah Ramadhan.
  • Umat Islam dianjurkan melaksanakan Puasa Tasu'a pada 9 Muharram dan Puasa Asyura pada 10 Muharram, serta membaca niat pada malam hari sebelum berpuasa.

INFORMASI.COM, Jakarta - Muharram menempati posisi istimewa dalam kalender Islam. Selain menjadi pembuka tahun Hijriah, bulan ini juga termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan mulia yang mendapat keutamaan khusus dalam ajaran Islam.

Karena kemuliaan tersebut, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam memperbanyak amal saleh selama Muharram. Salah satu amalan yang paling dianjurkan ialah menjalankan puasa sunah.

Anjuran itu didasarkan pada hadis Rasulullah SAW:

"Puasa paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram." (HR Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasa'i, Ibnu Majah, Ad-Darimi, dan Ahmad)

Dalam kitab Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadis tersebut menunjukkan keutamaan berpuasa sepanjang bulan Muharram. Dengan demikian, ibadah puasa tidak terbatas pada Hari Asyura saja, tetapi dapat dilakukan pada hari-hari lain selama bulan Muharram.

Di antara puasa yang paling dikenal adalah Puasa Tasu'a pada 9 Muharram dan Puasa Asyura pada 10 Muharram. Kedua puasa ini memiliki kedudukan khusus karena berkaitan langsung dengan sunah Rasulullah SAW.

Jadwal Puasa Tasu'a dan Asyura 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama Republik Indonesia serta Maklumat Muhammadiyah, 1 Muharram 1448 Hijriah ditetapkan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.

Dengan dasar tersebut, jadwal puasa sunah Muharram adalah:

  • Puasa Tasu'a (9 Muharram 1448 H): Rabu, 24 Juni 2026
  • Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026

Jadwal Puasa Tasu'a dan Asyura 2026 Versi NU

Nahdlatul Ulama melalui hasil rukyatul hilal yang dilakukan oleh Lembaga Falakiyah PBNU menetapkan bahwa hilal tidak terlihat pada 15 Juni 2026. Oleh sebab itu, bulan Zulhijjah disempurnakan menjadi 30 hari atau istikmal.

Berdasarkan hasil tersebut, NU menetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026.

Dengan demikian, jadwal puasa sunah versi NU adalah:

  • Puasa Tasu'a (9 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026
  • Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Jumat, 26 Juni 2026

Mengapa Puasa Tasu'a Dianjurkan?

Puasa Asyura telah lebih dahulu dilaksanakan Rasulullah SAW. Namun kemudian Nabi berkeinginan menambahkan puasa pada 9 Muharram sebagai bentuk pembeda dari tradisi kaum Yahudi dan Nasrani yang juga mengagungkan Hari Asyura.

Hal tersebut berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim dari Ibnu Abbas RA:

" Saat Rasulullah SAW berpuasa pada hari 'Asyura dan juga memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa; para sahabat berkata, 'Wahai Rasulullah, itu adalah hari yang sangat diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani'. Maka Rasulullah SAW bersabda, 'Pada tahun depan insya Allah, kita akan berpuasa pada hari ke sembilan (Muharam)'. Tahun depan itu pun tak kunjung tiba, karena Rasulullah SAW wafat." (HR Muslim)

Menurut Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu', salah satu hikmah dianjurkannya Puasa Tasu'a adalah agar umat Islam memiliki ciri dan identitas ibadah yang berbeda dari tradisi agama lain.

Niat Puasa Tasu'a 9 Muharram

Bagi umat Islam yang hendak menjalankan Puasa Tasu'a, niat dapat dibaca pada malam hari sebelum berpuasa.

Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَّاسُوعَاءِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i sunnatit Tasū'ā'i lillāhi ta'ālā.

Artinya:

"Aku berniat puasa sunnah Tasu'a esok hari karena Allah SWT."

Niat Puasa Asyura 10 Muharram

Sementara itu, berikut bacaan niat Puasa Asyura.

Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاءَ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i sunnati 'Āsyūrā'a lillāhi ta'ālā.

Artinya:

"Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah SWT."

Keutamaan Menjalankan Puasa Muharram

Para ulama menjelaskan bahwa seluruh hari di bulan Muharram merupakan waktu yang baik untuk memperbanyak ibadah puasa sunah. Karena itu, banyak umat Islam tidak hanya berpuasa pada 9 dan 10 Muharram, tetapi juga menambah puasa pada hari-hari lainnya di bulan tersebut.

Puasa Tasu'a dan Puasa Asyura menjadi dua amalan yang paling dianjurkan karena mengikuti sunah Rasulullah SAW sekaligus menghidupkan salah satu ibadah utama di bulan yang disebut Nabi sebagai "bulan Allah", yaitu Muharram.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.