Prabowo Siap Tingkatkan Investasi Pendidikan, Dana Dicari dari Efisiensi dan Pemberantasan Korupsi

Prabowo Siap Tingkatkan Investasi Pendidikan, Dana Dicari dari Efisiensi dan Pemberantasan Korupsi
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pelaksanaan renovasi fasilitas pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Foto: BPMI Setpres
Ikhtisar
  • Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah ingin meningkatkan investasi di sektor pendidikan untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia dan memperkuat daya saing Indonesia.
  • Tambahan investasi pendidikan akan diarahkan untuk memperbaiki sekolah, membangun sekolah unggulan, memperkuat riset, serta memperluas kerja sama dengan institusi pendidikan dunia.
  • Prabowo menyebut pemerintah akan mencari sumber pembiayaan melalui efisiensi anggaran, pemberantasan praktik koruptif, fraud, hingga perbaikan tata kelola.

INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan meningkatkan investasi di sektor pendidikan sebagai langkah strategis untuk mencetak sumber daya manusia yang mampu menghasilkan inovasi, penelitian, dan berbagai terobosan teknologi.

Prabowo mengatakan peningkatan investasi pendidikan diperlukan karena kualitas pendidikan menjadi dasar bagi kemampuan sebuah negara melahirkan penemuan baru, paten, serta inovasi yang dapat memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan global.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan taklimat dalam pertemuan bersama 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026).

“Untuk mencapai tingkat inovasi, untuk mencapai tingkat terobosan, untuk mencapai tingkat penemuan-penemuan, paten-paten, dan sebagainya, itu dasarnya pendidikan,” ujar Prabowo.

Karena itu, Kepala Negara menegaskan pemerintah ingin memberikan investasi yang lebih besar di bidang pendidikan untuk menyiapkan generasi penerus.

“Inilah saya ingin investasi cukup besar di bidang pendidikan untuk generasi penerus kita,” jelas Presiden.

Pendidikan Indonesia Masih Menghadapi Tantangan Kualitas

Dorongan peningkatan investasi pendidikan tersebut disampaikan Prabowo setelah menyoroti kondisi kualitas pendidikan Indonesia yang masih menghadapi sejumlah tantangan.

Presiden menyinggung hasil Programme for International Student Assessment (PISA) yang menunjukkan capaian peserta didik Indonesia masih berada di bawah sejumlah negara lain.

Meski demikian, Prabowo meminta hasil tersebut tidak hanya dipandang sebagai kelemahan, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional.

“Kita terima ini sebagai katakanlah peringatan, koreksi, dan kita cari bagaimana kita akan atasi. Kita pernah 2003-2006 cukup tinggi, habis itu kita merosot. Ini menurut pandangan mereka, dalam membaca, dalam matematik, dan sebagainya,” kata Prabowo.

Menurut Presiden, tantangan pendidikan Indonesia juga dipengaruhi oleh luas wilayah dan jumlah sekolah yang harus dilayani pemerintah.

Indonesia memiliki ratusan ribu sekolah yang tersebar dari wilayah perkotaan hingga daerah terpencil, termasuk kawasan pegunungan dan pulau terluar.

“Indonesia punya 388 ribu sekolah, kalau tidak salah nanti dicek. Ada di tengah gunung, ada di pulau terluar, jadi bagaimana memberi pendidikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujar Prabowo.

Ia mencontohkan sulitnya memastikan kualitas pendidikan di wilayah kepulauan yang jauh dari pusat pemerintahan.

“Jangankan Indonesia, mungkin Kepala Dinas Pendidikan Maluku Utara atau Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Utara bagaimana dia harus mengecek sekolah-sekolah di Miangas, di pulau-pulau terpencil,” imbuhnya.

Dana Pendidikan Akan Dicari dari Efisiensi dan Perbaikan Tata Kelola

Untuk merealisasikan investasi besar di sektor pendidikan, Prabowo menyebut pemerintah perlu mencari sumber pembiayaan tambahan.

Presiden mengatakan pemerintah akan memperkuat efisiensi anggaran dengan menekan berbagai praktik yang menyebabkan kebocoran keuangan negara.

“Untuk itu tentunya kita perlu dana. Dana itu kita cari,” kata Prabowo.

Menurut dia, sumber pembiayaan tersebut dapat berasal dari penghematan akibat berkurangnya praktik korupsi, penipuan, serta pengelolaan anggaran yang tidak efektif.

“Dana itu dari mana? Dari penghematan hal-hal korup, praktik-praktik koruptif, praktik-praktik penipuan, fraud, under-invoicing, mismanagement,” ujar Presiden.

Dengan efisiensi tersebut, pemerintah berharap tersedia ruang fiskal yang lebih besar untuk membiayai sektor prioritas, termasuk pendidikan dan riset.

Sekolah Unggulan dan Kerja Sama Universitas Dunia Jadi Prioritas

Selain meningkatkan kualitas sekolah secara umum, Prabowo mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan pembangunan sekolah-sekolah unggulan bagi peserta didik berprestasi.

Sekolah tersebut akan menggunakan kurikulum International Baccalaureate (IB) agar lulusan Indonesia memiliki standar pendidikan yang mampu bersaing secara global.

Pemerintah juga akan memperluas kerja sama dengan universitas terbaik dunia untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi nasional.

“Kita kerja sama, kita undang universitas-universitas terbaik di dunia, kerja sama dengan universitas kita di sini. Entah joint, entah KSO (Kerja Sama Operasi), entah. Jadi kita ada dua cara,” kata Prabowo.

Melalui kerja sama tersebut, pemerintah berharap perguruan tinggi Indonesia dapat meningkatkan kualitas akademik, penelitian, dan inovasi.

Prabowo Akui Investasi Riset Indonesia Masih Rendah

Di sisi lain, Prabowo mengakui investasi Indonesia di bidang penelitian dan pengembangan (research and development) masih jauh dari kondisi ideal.

Menurut dia, rendahnya investasi riset menjadi salah satu hal yang harus diperbaiki agar Indonesia mampu menghasilkan lebih banyak inovasi.

“Tapi ini investasi jangka panjang. Kita koreksi diri kita sebagai bangsa. Investasi kita di bidang research dan development sangat sedikit, jauh dari yang seharusnya,” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan perbaikan sektor pendidikan dan riset membutuhkan komitmen berkelanjutan karena hasilnya baru akan terlihat dalam jangka panjang.

“Ini koreksi kita dan juga ke depan kita akan berusaha memperbaiki itu,” tambahnya.

Dengan rencana peningkatan investasi pendidikan, pemerintah menargetkan sektor pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menciptakan generasi peneliti, inovator, dan pencipta teknologi yang mampu membawa Indonesia bersaing di tingkat global.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.