- • Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie Setiadi, menyampaikan analisis mengenai kemungkinan dinamika politik nasional bergerak lebih cepat sebelum Pemilu 2029.
- • Pernyataan Budi Arie muncul dalam video yang beredar di media sosial saat acara pertemuan relawan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
- • Sekjen DPP Projo Freddy Alex Damanik menyebut video yang beredar tidak menggambarkan keseluruhan konteks karena Budi Arie sedang membahas berbagai kemungkinan situasi politik.
INFORMASI.COM, Jakarta - Ketua Umum Relawan Projo Budi Arie Setiadi menyampaikan pandangannya mengenai kemungkinan terjadi percepatan dinamika politik nasional sebelum Pemilu 2029. Pernyataan itu disampaikan Budi Arie dalam sebuah forum yang dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Pernyataan tersebut diketahui dari sebuah video yang beredar di media sosial. Video itu diunggah oleh Guru Besar Hukum Tata Negara Denny Indrayana melalui akun Instagram pribadinya, @dennyindrayana99.
Dalam video tersebut, Budi Arie menyampaikan bahwa dirinya melihat adanya kemungkinan perubahan situasi politik yang bergerak di luar pola pemilu lima tahunan. Ia kemudian meminta para relawan menyiapkan berbagai kemungkinan apabila terjadi perubahan arah dinamika politik.
"Tetapi saya ingin sampaikan, tadi saya sudah bisik ke Pak Jokowi. 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?' Apakah kita mau? Belum tentu kita mau, kita masih ngomong pemilu 2029-pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak?" ujar Budi Arie.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari peserta forum yang menjawab "siap".
Budi Arie kemudian mengaitkan pandangannya dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat saat ini. Ia menyebut terdapat sejumlah gejala di tengah masyarakat yang menurutnya perlu menjadi perhatian.
Ia juga membandingkan situasi tersebut dengan dinamika politik pada 1998, ketika perubahan besar terjadi dan menyebabkan jadwal pemilu bergeser dari rencana sebelumnya.
"Saya pengalaman dengan gerak sejarah. Ini ada anomali di masyarakat saat ini. Ini ada demo Pati, Madura ikut demo tandingan. Ah ini sudah kayak Pam Swakarsa '98 nih. Pasti kalah yang preman," kata Budi Arie.
Budi Arie menjelaskan bahwa dinamika sosial yang muncul dapat menjadi faktor yang memengaruhi perjalanan politik nasional. Menurut dia, kondisi tersebut membuat berbagai pihak perlu mempertimbangkan skenario di luar agenda politik konvensional.
"Sebab maksud saya terjadi anomali-anomali, variabel di masyarakat yang membuat kita tidak hanya memikirkan skenario konvensional, langkah-langkah tahapan-tahapan yang sebagaimana mestinya. Itu terjadi yang menurut pendapat saya terjadi patahan sejarah. Gimana tahun '97 tiba-tiba pemilu berikutnya tahun 1999," ujarnya.
Ia kemudian menyebut potensi perubahan tersebut tidak dapat sepenuhnya diabaikan. Menurut Budi Arie, kondisi ekonomi dan keresahan masyarakat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
"Potensi itu bukan tidak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy," kata Budi Arie.
Budi Arie menegaskan pernyataannya merupakan ajakan agar para relawan tidak hanya melihat satu skenario politik menuju 2029, tetapi juga mempersiapkan kemungkinan lain.
"Insting saya ini ada sesuatu yang lebih cepat dari yang kita bayangkan. Karena itu saya mau membuka wacana saja teman-teman. Supaya berpikir jangan hanya berpikir 2029, harus ada pikiran lain alternatif apabila terjadi percepatan jalan," pungkasnya.
Menanggapi video tersebut, Sekretaris Jenderal DPP Projo Freddy Alex Damanik mengatakan rekaman yang beredar tidak menampilkan pembahasan secara lengkap. Ia menjelaskan bahwa Budi Arie saat itu hanya menyampaikan berbagai opsi dan kemungkinan dalam melihat perkembangan situasi nasional.
"Forum tersebut diadakan sebagai acara silaturahmi dalam rangka bulan kemerdekaan Republik Indonesia antara Bapak Jokowi dengan para relawannya," ujar Freddy dalam keterangannya.
Freddy menyebut pertemuan tersebut juga menjadi ruang diskusi internal singkat mengenai kondisi kebangsaan. Para relawan, kata dia, menyampaikan sejumlah masukan terkait situasi yang berkembang serta gagasan untuk memperbaiki kondisi bangsa.
"Hal ini disampaikan oleh para relawan kepada Pak Jokowi dengan harapan beliau berkenan menyampaikan kepada Presiden Prabowo untuk perbaikan bangsa ke depannya. Karena relawan meyakini bahwa hubungan dan komunikasi Pak Jokowi dengan Presiden Prabowo terjalin erat dan akrab," jelas Freddy.
Menurut Freddy, Jokowi mendengarkan pandangan para relawan sebelum memberikan tanggapan mengenai situasi nasional.
"Pak Jokowi menyampaikan agar semua tetap tenang. Situasi baik-baik saja, ekonomi masih tumbuh baik, inflasi terkendali, jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan," kata Freddy.
Projo menegaskan pertemuan tersebut merupakan forum silaturahmi dan diskusi, bukan pembahasan mengenai keputusan politik tertentu. Pernyataan Budi Arie disebut sebagai bagian dari pemetaan berbagai kemungkinan terhadap perkembangan situasi nasional.