Gunung Anak Krakatau Erupsi, Murid Sekolah di Lampung Belajar Daring Selama 2 Hari

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Murid Sekolah di Lampung Belajar Daring Selama 2 Hari
Gunung Anak Krakatau. Foto: PVMBG
Ikhtisar
  • Pemprov Lampung mengimbau sekolah menerapkan pembelajaran daring selama dua hari untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
  • Seluruh kegiatan sekolah di luar ruangan, termasuk olahraga dan upacara, dihentikan sementara.
  • Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti perkembangan erupsi dari sumber resmi.

INFORMASI.COM, Jakarta - Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak pada kegiatan pendidikan di Lampung. Pemerintah Provinsi Lampung meminta sekolah menggelar pembelajaran secara daring selama dua hari untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan kebijakan tersebut mempertimbangkan kondisi kesehatan siswa di tengah sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Sekolah juga dalam dua hari ini, kami minta untuk melakukan pembelajaran secara daring," ujar Rahmat di Bandarlampung, Minggu (6/9/2026).

Selama pembelajaran daring berlangsung, pemerintah daerah juga menghentikan sementara kegiatan sekolah yang dilakukan di luar ruangan. Kebijakan tersebut mencakup aktivitas olahraga dan upacara.

"Selain itu untuk seluruh kegiatan sekolah, terutama kegiatan yang dilakukan di luar ruangan termasuk olahraga dan upacara semua dihentikan sementara," katanya.

Keputusan itu diambil ketika pemerintah daerah terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Rahmat mengatakan aktivitas gunung api tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah karena berpotensi memberikan dampak kepada masyarakat.

Aktivitas Anak Krakatau Terus Dipantau

Rahmat menyebut Gunung Anak Krakatau sebagai salah satu gunung api aktif yang menjadi perhatian pemerintah. Ia menyandingkan gunung tersebut dengan sejumlah gunung api aktif lain di Indonesia.

"Aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian kami semua, karena merupakan salah satu gunung aktif di Indonesia bersama dengan Gunung Semeru, Gunung Lewotobi Laki-Laki, dan Gunung Sinabung," ucapnya.

Pemprov Lampung kemudian melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Informasi mengenai kondisi gunung akan diperbarui secara berkala berdasarkan hasil pengamatan.

Rahmat mengatakan pemerintah telah memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau sejak Jumat. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi untuk mengantisipasi dampak erupsi terhadap masyarakat.

"Kita telah melakukan pengamatan sejak Jumat tentang aktivitas yang terjadi di Gunung Anak Krakatau. Dan akan terus melakukan upaya mitigasi," tambah Rahmat.

Ia juga meminta masyarakat tidak mengambil informasi dari sumber yang tidak jelas. Pemerintah daerah mengarahkan warga untuk mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Masyarakat diharapkan dapat mencari informasi berdasarkan sumber resmi terkait perkembangan ini, dan tetap tenang," ujar Rahmat.

Dengan kebijakan tersebut, kegiatan belajar siswa di Lampung tetap berlangsung melalui sistem daring selama dua hari. Sementara aktivitas sekolah di luar ruangan dihentikan sementara sambil pemerintah memantau perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.