Bukan Cuma Anak Krakatau, Gunung Ili Lewotolok juga Erupsi Malam Tadi

Bukan Cuma Anak Krakatau, Gunung Ili Lewotolok juga Erupsi Malam Tadi
Letusan Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, yang tertangkap kamera PVMBG Kementerian ESDM, Minggu (6/9/2026). Foto: MAGMA
Ikhtisar
  • Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT) erupsi pada Minggu (6/9/2026) malam.
  • Ketinggian kolom abu mencapai sekitar 500 meter di atas puncak.
  • Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 2 kilometer serta radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara.

INFORMASI.COM, Jakarta - Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengalami erupsi pada Minggu (6/9/2026) malam. Erupsi terjadi pada pukul 21.37 WITA dengan kolom abu teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak gunung.

Aktivitas tersebut terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 40 milimeter. Rekaman juga menunjukkan erupsi berlangsung selama 32 detik.

Erupsi malam itu menjadi penanda aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok masih perlu diwaspadai. Badan Geologi kemudian mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat dan pengunjung yang berada di sekitar gunung api tersebut.

Zona yang Harus Dihindari

Badan Geologi meminta masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Ili Lewotolok tidak memasuki kawasan berbahaya. Larangan yang sama berlaku bagi pengunjung, pendaki, dan wisatawan.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok. Pembatasan juga berlaku hingga radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara.

Selain kawasan tersebut, masyarakat diminta mewaspadai ancaman guguran atau longsoran lava dan awan panas yang dapat terjadi pada beberapa sektor.

Potensi bahaya itu mencakup sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ili Lewotolok.

Warga Diminta Lindungi Diri dari Abu Vulkanik

Badan Geologi juga mengingatkan masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik.

Masyarakat diimbau menggunakan masker untuk melindungi mulut dan hidung. Perlengkapan pelindung mata dan kulit juga dianjurkan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu.

Selain perlindungan diri, masyarakat diminta menutup tempat penampungan air bersih agar tidak terpapar abu vulkanik.

Imbauan tersebut ditujukan untuk mencegah gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta gangguan kesehatan lainnya.

Informasi Aktivitas Dipantau dari Pos Pengamatan

Badan Geologi meminta pemerintah daerah dan masyarakat terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok yang berada di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape.

Informasi mengenai perkembangan aktivitas gunung api juga dapat diperoleh melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau Badan Geologi di Bandung.

Perkembangan aktivitas dan rekomendasi teknis Gunung Ili Lewotolok dapat dipantau melalui aplikasi atau situs Magma Indonesia, serta kanal informasi resmi Badan Geologi.

Dengan erupsi yang terjadi pada Minggu malam, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok diminta tetap mengikuti informasi resmi dan tidak memasuki zona yang telah ditetapkan sebagai kawasan rawan bahaya.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.