BGN Tutup 1.999 Dapur MBG, Apa Masalahnya?

BGN Tutup 1.999 Dapur MBG, Apa Masalahnya?
Sejumlah petugas SPPG menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Tunggala Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (29/9/2025). ANTARA FOTO/Andry Denisah/rwa.
Ikhtisar
  • Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara 1.999 dapur SPPG yang belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
  • Penutupan dilakukan setelah BGN menyisir dan memverifikasi lebih dari 27 ribu dapur penyelenggara program MBG.
  • Sebanyak 1.417 dapur dari jumlah yang ditutup berada di Wilayah 2, disusul 351 dapur di Wilayah 1 dan 231 dapur di Wilayah 3.

INFORMASI.COM, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas terhadap ribuan dapur yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditutup sementara karena belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di Dinas Kesehatan setempat.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan kepemilikan atau pemenuhan persyaratan SLHS dan standar sanitasi merupakan bagian yang wajib dipenuhi setiap dapur penyelenggara MBG.

"Sebagaimana publik ketahui, syarat SLHS, sertifikasi laik higiene, dan sanitasi menjadi satu syarat mutlak dalam penyelenggaraan dapur yang menyelenggarakan Makan Bergizi Gratis," ujar Sudaryono.

Keputusan tersebut diambil setelah BGN melakukan penyisiran dan verifikasi terhadap dapur SPPG yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Dari data awal sebanyak 27.485 dapur, BGN kemudian melakukan penyisiran hingga jumlah penetapan sementara menjadi 27.022 dapur.

Hasil koordinasi BGN dengan Kementerian Kesehatan kemudian memperlihatkan masih ada ribuan dapur yang belum mendaftarkan SLHS. Berdasarkan pembaruan data per 7 September 2026 pukul 17.00 WIB, jumlahnya mencapai 1.999 dapur.

Sudaryono menegaskan persoalan tersebut bukan terjadi karena dapur-dapur itu sudah mengajukan SLHS tetapi belum memenuhi persyaratan. Sebanyak 1.999 dapur tersebut justru belum melakukan pendaftaran.

"Dapur-dapur sebanyak 1.999 ini tidak melakukan pendaftaran SLHS di Dinas Kesehatan masing-masing. Artinya, bukan mendaftar lalu syaratnya tidak dipenuhi, melainkan tidak melakukan pendaftaran sama sekali," tegas Sudaryono.

BGN kemudian melakukan konfirmasi dan evaluasi secara bertahap sebelum mengambil keputusan penutupan. Setelah proses tersebut selesai, BGN memutuskan menghentikan sementara operasional 1.999 dapur SPPG untuk menjalani investigasi lebih lanjut.

"Pada hari ini saya nyatakan 1.999 dapur SPPG ini saya tutup untuk kemudian kami lakukan investigasi," kata Sudaryono.

Dari total dapur yang ditutup, sebanyak 351 dapur berada di Wilayah 1. Wilayah 2 menjadi penyumbang terbesar dengan 1.417 dapur, sedangkan 231 dapur lainnya berada di Wilayah 3.

BGN menyatakan penutupan sementara dan investigasi dilakukan untuk memastikan dapur penyelenggara MBG memenuhi standar higiene dan sanitasi. Langkah tersebut juga ditujukan untuk menjaga kualitas serta keamanan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat program.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.