Hujan Turun di Kalimantan Barat Setelah 67 Hari Karhutla, Relawan Bersujud

Hujan Turun di Kalimantan Barat Setelah 67 Hari Karhutla, Relawan Bersujud
Relawan bersujud syukur saat hujan setelah 67 hari karhutla. Sumber foto : @rumahzakat

INFORMASI.COM, Jakarta - Hujan akhirnya turun di sejumlah wilayah Kalimantan Barat pada Selasa malam (15/9/2026). Setelah berhari-hari berjibaku dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), para relawan di wilayah Kubu Raya menyambut turunnya hujan dengan penuh haru.

Momen tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @asrulputrananda. Dalam rekaman itu, sejumlah relawan terlihat berada di tengah guyuran hujan yang disertai suara petir dan tiupan angin cukup kencang.

Mereka kemudian bersujud di tengah hujan. Sikap tersebut menjadi bentuk rasa syukur setelah sebelumnya menghadapi kebakaran dan asap dalam waktu yang panjang.

Unggahan itu menyebut Kalimantan Barat telah dilanda karhutla selama 67 hari sebelum hujan turun.

Di tengah guyuran air, para relawan juga terdengar mengucapkan kalimat syukur. Hujan yang turun malam itu menjadi momen yang berbeda setelah mereka selama ini berada di lapangan untuk menangani kebakaran.

Hujan Belum Merata

Hujan tidak turun dengan intensitas yang sama di seluruh wilayah Pontianak dan sekitarnya.

Dalam unggahan tersebut, hujan disebut berlangsung cukup lama di Pontianak. Warga juga membagikan kondisi cuaca dari sejumlah lokasi melalui media sosial.

Di kawasan Tanray dan Tepian Sungai, hujan dilaporkan turun cukup deras. Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di kawasan Pal 8 yang hanya menerima hujan dengan intensitas ringan.

Hujan di Pal 8 disebut baru cukup untuk membasahi permukaan jalan.

Perbedaan intensitas tersebut menunjukkan bahwa turunnya hujan belum serta-merta terjadi secara merata di seluruh wilayah yang sebelumnya terdampak asap dan karhutla.

Meski demikian, hujan menjadi kabar yang dinantikan setelah masyarakat dan relawan berhadapan dengan kebakaran hutan dan lahan.

Bagi relawan yang selama ini berada di garis depan penanganan kebakaran, guyuran hujan malam itu menjadi momen pelepas lelah. Mereka menyambutnya dengan doa dan rasa syukur.

Turunnya hujan juga diharapkan dapat membantu membasahi lahan yang terbakar dan mendukung proses pemadaman titik api. Selain itu, hujan diharapkan membantu memperbaiki kondisi udara di Pontianak dan wilayah sekitarnya.

Momen para relawan bersujud di tengah hujan pun menjadi gambaran sederhana tentang penantian panjang masyarakat di tengah persoalan karhutla yang melanda Kalimantan Barat.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.