- • BMKG menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jakarta dan Jawa Barat pada 18-20 September 2026.
- • Hujan yang turun dalam dua hari terakhir belum menandakan Jakarta memasuki musim hujan.
- • BMKG memprediksi peralihan musim berlangsung bertahap mulai pertengahan hingga akhir Oktober.
INFORMASI.COM, Jakarta - Hujan mengguyur Jakarta dan sejumlah kota penyangga dalam dua hari terakhir. Hujan tersebut turun ketika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sedang menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jakarta dan Jawa Barat.
Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, mengatakan OMC berlangsung selama tiga hari, yakni 18-20 September 2026. BMKG menjalankan operasi itu dari dua posko berbeda, yaitu Pondok Cabe untuk wilayah Jakarta dan Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara untuk wilayah Jawa Barat.
"Selama 3 hari, 18-20 (September) itu ada program modifikasi cuaca oleh BMKG, yang pertama itu untuk wilayah DKI Jakarta. Kalau untuk yang satu lagi Jawa Barat itu basecamp di Husein Sastranegara, kalau di Jakarta itu basecamp di Pondok Cabe," kata Guswanto dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (20/9/2026).
Pelaksanaan OMC berlangsung bersamaan dengan adanya dinamika atmosfer Kelvin yang melintas di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.
Guswanto mengatakan kondisi tersebut menjadi bagian dari pertimbangan dalam pelaksanaan modifikasi cuaca. BMKG memanfaatkan kondisi atmosfer yang tersedia untuk membantu proses pembentukan hujan di wilayah tertentu.
"Karena pada saat yang sama juga ada dinamika atmosfer Kelvin itu sedang melintas di wilayah kita," ujarnya.
Informasi BMKG untuk periode 18-24 September 2026 juga menyebut gelombang Kelvin aktif di sejumlah wilayah Indonesia dan dapat mendukung pembentukan awan hujan.
Untuk operasi di Jakarta, BMKG menggunakan satu pesawat Cessna Grand Caravan C208B yang beroperasi dari Pondok Cabe.
Pembiayaan operasi tersebut berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Sementara itu, BMKG menjalankan OMC di Jawa Barat menggunakan pesawat Casa 212-200 yang beroperasi dari Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara, Bandung.
"Di Pondok Cabe ada 1 memanfaatkan pesawat Cessna Grand Caravan C208B yaitu pembiayaan dari BPBD DKI. Sedangkan wilayah Jawa Barat, Bandung itu mengoperasikan pesawat Casa 212-200 melalui pembiayaan Perum Jasa Tirta II," kata Guswanto.
Hujan Turun sejak Jumat Malam
Hujan di kawasan Jakarta dan kota penyangga terjadi sejak Jumat malam, 18 September 2026. Pada malam itu, hujan dilaporkan mengguyur sejumlah wilayah Depok dan Bogor.
Sehari kemudian, hujan kembali turun pada Sabtu sore, 19 September 2026. Hujan melanda sejumlah kawasan Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, dan Depok.
Kondisi tersebut terjadi ketika secara klimatologis sebagian wilayah Indonesia masih berada dalam periode musim kemarau. Analisis BMKG pada dasarian pertama September mencatat DKI Jakarta dan Jawa Barat masih termasuk wilayah yang mengalami musim kemarau.
Karena itu, hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir tidak otomatis menunjukkan Jakarta telah memasuki musim hujan.
Musim Hujan di Jakarta Mulai Oktober
Guswanto mengatakan perubahan musim di Jakarta akan berlangsung secara bertahap. BMKG memperkirakan awal musim hujan mulai terjadi pada pertengahan Oktober dan meluas hingga akhir Oktober.
"Kalau kita lihat musim hujan sendiri secara gradual atau bertahap itu terjadi di pertengahan Oktober. Sampai akhir Oktober baru mulai nanti dan puncaknya kira-kira di Januari-Februari," ujar Guswanto.
Prediksi tersebut sejalan dengan gambaran BMKG yang menempatkan Oktober sebagai periode transisi menuju kondisi yang lebih basah di sejumlah wilayah. Dalam buletin iklim September 2026, BMKG memprakirakan curah hujan Indonesia pada Oktober-Desember umumnya berada pada kategori rendah hingga menengah, dengan sifat hujan bawah normal hingga normal.
Dengan demikian, hujan Jakarta, Depok, Bogor, dan kawasan sekitarnya pada 18-19 September terjadi di tengah operasi modifikasi cuaca serta dinamika atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan. Kondisi itu berbeda dengan awal musim hujan reguler yang menurut BMKG baru berlangsung secara bertahap mulai pertengahan hingga akhir Oktober.
Puncak musim hujan, menurut perkiraan Guswanto, diperkirakan terjadi pada Januari-Februari 2027.