Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih dalam Proses Pemadaman

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih dalam Proses Pemadaman
Presiden Prabowo Subianto memantau langsung proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). Foto: Setpres
Ikhtisar
  • Presiden Prabowo Subianto meminta laporan terbaru penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatra.
  • BNPB melaporkan 209,78 hektare lahan masih dalam proses pemadaman hingga Rabu, 23 September 2026.
  • Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dijalankan dan akan dilanjutkan setidaknya sampai musim hujan kembali normal.

INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan melalui rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 23 September 2026. Dalam rapat tersebut, pemerintah melaporkan masih ada 209,78 hektare lahan yang harus dipadamkan.

Rapat digelar secara hybrid melalui konferensi video. Prabowo mengikuti rapat dari Istana Merdeka dengan didampingi Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.

Teddy membuka rapat dengan menyampaikan permintaan Presiden untuk mendapatkan gambaran terbaru mengenai kondisi karhutla. Perhatian khusus diarahkan ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, selain perkembangan penanganan di wilayah Kalimantan dan Sumatra secara keseluruhan.

“Pada siang hari ini Bapak Presiden menginginkan laporan terkini dari Bapak Kepala BNPB terkait kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta Kalimantan secara keseluruhan, kemudian juga di Sumatra,” ujar Teddy.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto kemudian menyampaikan perkembangan pemadaman di kedua kawasan tersebut. Hingga Rabu, tim di lapangan masih menangani lahan terbakar seluas 209,78 hektare.

“Kami laporkan saat ini per hari ini terdapat 209,78 hektare yang masih dipadamkan terus. Ini kami ikuti terus hari per hari sehingga kami upayakan setiap hari yang dipadamkan itu besar,” ungkap Suharyanto.

Laporan tersebut disampaikan di tengah penanganan karhutla yang terus diperkuat pemerintah di sejumlah wilayah. BNPB sebelumnya menyebut Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan sebagai wilayah yang mendapat perhatian dalam pengendalian karhutla.

Pada Senin, 21 September 2026, pemerintah melaporkan jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional turun menjadi 688 titik. Di Kalimantan Tengah, titik panas turun dari 968 menjadi 228 titik, sedangkan di Kalimantan Barat turun dari 98 menjadi 36 titik.

Untuk mempercepat penanganan, pemerintah juga terus menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Suharyanto mengatakan operasi tersebut akan dilakukan setidaknya sampai kondisi musim hujan kembali normal.

Selain Suharyanto, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengikuti rapat melalui konferensi video dari lokasi masing-masing. Laporan kedua lembaga tersebut menjadi bahan pembahasan Presiden dalam memantau perkembangan karhutla.

Penanganan di lapangan juga mencakup pemadaman darat dan dukungan operasi udara. BNPB pada 21 September menyebut pemadaman darat di Kalimantan Tengah diperkuat karena kondisi asap dan jarak pandang dapat menjadi kendala bagi operasi udara.

Rapat pada Rabu ini menjadi pemantauan lanjutan pemerintah terhadap karhutla yang masih berlangsung di Sumatra dan Kalimantan. Angka 209,78 hektare menjadi luas lahan yang menurut laporan BNPB masih dalam proses pemadaman pada hari tersebut.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.