276 Warga Batang Jawa Tengah Diduga Keracunan Usai Santap MBG

276 Warga Batang Jawa Tengah Diduga Keracunan Usai Santap MBG
Warga yang terdampak berasal dari SPPG yang sama. Dapur MBG tersebut melayani 11 titik penerima manfaat di Kecamatan Bawang dengan total sekitar 2.700 penerima. Foto: @m.msansun
Ikhtisar
  • Sebanyak 276 warga Bawang, Kabupaten Batang, mengeluhkan mual dan pusing setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Pemkab Batang menyiapkan empat fasilitas kesehatan untuk menangani warga yang terdampak.
  • Pemerintah mengambil sampel makanan MBG untuk pemeriksaan laboratorium, sementara telur disebut sebagai dugaan awal sumber keluhan.

Sebanyak 276 warga di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami keluhan mual dan pusing setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Para warga tersebut berasal dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang melayani sejumlah sekolah dan titik penerima manfaat di wilayah tersebut.

Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan pemerintah daerah menyiapkan empat fasilitas kesehatan untuk menangani warga yang mengalami keluhan. Fasilitas tersebut meliputi Puskesmas Batang, RSU Limpung, Puskesmas Subah, dan RSUD Kalisari Batang.

“Kita berikan layanan di sejumlah tempat layanan kesehatan, seperti Puskesmas Batang, RSU Limpung, Puskesmas Subah, dan RSUD Kalisari Batang,” kata Suyono saat ditemui di RSUD Kalisari Batang, Rabu (23/9/2026) malam.

Suyono menyampaikan jumlah warga terdampak masih dapat berubah karena proses pendataan dan pemeriksaan masih berlangsung. Hingga pukul 20.38 WIB, pemerintah mencatat 276 orang mengalami keluhan.

“Update jam 20.38 WIB, total 276 (orang) yang terdampak di Bawang. Jadi perkembangan nantinya kita tunggu, saat ini kita perhatian bersama,” ujarnya.

Keluhan Muncul Beberapa Jam Setelah Makan

Keluhan tersebut muncul setelah warga menyantap menu MBG yang dibagikan pada Selasa (22/9/2026). Menurut Suyono, sebagian penerima manfaat mulai merasakan gejala beberapa jam setelah mengonsumsi makanan.

“Yang anak sekolah makan jam 11.00 WIB, tapi terasanya sore, jam 01.00 (13.00 WIB) atau jam 02.00 (14.00 WIB),” kata Suyono.

Keluhan juga dialami sejumlah orang tua murid. Mereka mencicipi makanan MBG yang dibawa pulang oleh anaknya dan kemudian merasakan gejala serupa, terutama mual dan pusing.

Pemerintah Kabupaten Batang kemudian meminta Dinas Kesehatan mengambil sampel makanan untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut. Sampel MBG akan diperiksa di laboratorium.

“Kita tunggu bersama, sambil menunggu hasil lab. Tadi saya sudah telepon Dinas Kesehatan agar mengambil sampel,” ujar Suyono.

Telur Disebut sebagai Dugaan Awal

Suyono mengatakan telur menjadi salah satu menu yang diduga berkaitan dengan munculnya keluhan tersebut. Namun, pemerintah belum menetapkan makanan tertentu sebagai penyebab sebelum hasil pemeriksaan laboratorium diperoleh.

“Telur, makan telur, rasanya beda. Setelahnya menjadi mual. Tadi saya tanya pusing dan mual,” tuturnya.

Warga yang terdampak berasal dari SPPG yang sama. Dapur MBG tersebut melayani 11 titik penerima manfaat di Kecamatan Bawang dengan total sekitar 2.700 penerima.

Sebelas titik tersebut terdiri atas TK Al Ikhlas, SDN 3 Bawang, TK Pertiwi, MA Sunan Kalijaga, MTs Sunan Kalijaga, TK Kuncup Mekar, TP Ananda, Pos PAUD Anggrek Mas, TK Korotayun, RA Al Hidayah, dan MI Salafiyah Pasusukan.

Puluhan Pasien Masuk RSUD Kalisari

Penanganan warga terdampak juga berlangsung di RSUD Kalisari Batang. Berdasarkan pemantauan pada Rabu malam, belasan ambulans keluar-masuk rumah sakit sejak sekitar pukul 19.13 WIB hingga menjelang pukul 21.00 WIB.

Hingga pukul 21.00 WIB, rumah sakit tersebut mencatat 20 pasien dari Bawang yang menjalani penanganan terkait dugaan keracunan tersebut.

Para pasien tidak seluruhnya merupakan pelajar. Sejumlah orang tua murid juga mengalami keluhan setelah mencicipi makanan MBG yang dibawa pulang anak mereka.

Pemkab Batang masih melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap warga yang mengalami keluhan. Jumlah korban dapat berubah seiring perkembangan penanganan dan masuknya laporan dari masyarakat.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.