- • Dalam reshuffle ketujuh sejak Prabowo menjabat Presiden, sebanyak 18 pejabat dilantik di Istana Negara, Jakarta, mencakup menteri koordinator, menteri, wakil menteri, pejabat lembaga negara, hingga pimpinan Polri.
- • Salah satu perubahan terbesar terjadi di tubuh Polri. Prabowo melantik Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Suyudi sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
- • Pada saat yang sama, Listyo Sigit mendapat penugasan baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman. Dudung kemudian dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto kembali merombak Kabinet Merah Putih pada Kamis (1/10/2026). Dalam reshuffle ketujuh sejak Prabowo menjabat Presiden, sebanyak 18 pejabat dilantik di Istana Negara, Jakarta, mencakup menteri koordinator, menteri, wakil menteri, pejabat lembaga negara, hingga pimpinan Polri.
Salah satu perubahan terbesar terjadi di tubuh Polri. Prabowo melantik Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Suyudi sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Pada saat yang sama, Listyo Sigit mendapat penugasan baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman. Dudung kemudian dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
Pergantian juga terjadi pada sejumlah posisi menteri koordinator. Bahlil Lahadalia dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sedangkan Sugiono bergeser dari Menteri Luar Negeri menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Baca Juga
Prabowo Bongkar Pasang Lagi Struktur Kabinet, Siapa Yang Bertahan dan Terdepak?
Nasional
Posisi Menteri Luar Negeri selanjutnya diisi Arrmanatha Nasir. Sebelumnya, Arrmanatha menjabat Wakil Menteri Luar Negeri. Sementara itu, Muhammad Sarmuji dilantik sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita.
Selain perubahan di tingkat menteri, Prabowo juga melantik sejumlah wakil menteri dan pejabat lembaga. Mereka antara lain Drajad Hari Wibowo sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan, Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian, serta Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.
Di lingkungan lembaga negara, Prabowo melantik Listyo Sigit sebagai KSP, Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional, Aryanto Wibowo sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Fadil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
Prabowo juga melantik Nuzran Joher sebagai Ketua Ombudsman RI dan Radian Syam sebagai anggota Ombudsman RI.
Daftar 18 Pejabat yang Dilantik
Berikut daftar pejabat yang dilantik Presiden Prabowo pada Kamis (1/10/2026):
- 1.Bahlil Lahadalia — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
- 2.Sugiono — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
- 3.Dudung Abdurachman — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
- 4.Arrmanatha Nasir — Menteri Luar Negeri.
- 5.Muhammad Sarmuji — Menteri Perindustrian.
- 6.Drajad Hari Wibowo — Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
- 7.Nurkholisoh Ibnu Aman — Wakil Menteri Keuangan.
- 8.Luky Alfirman — Wakil Menteri Keuangan.
- 9.Muhammad Saleh Mustafa — Wakil Menteri Pertanian.
- 10.Irwan Meilano — Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.
- 11.Listyo Sigit Prabowo — Kepala Staf Kepresidenan.
- 12.Dedi Prasetyo — Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.
- 13.Aryanto Wibowo — Wakil Kepala BPKP.
- 14.Fadil Imran — Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
- 15.Nuzran Joher — Ketua Ombudsman RI.
- 16.Radian Syam — Anggota Ombudsman RI.
- 17.Suyudi Ario Seto — Kapolri.
- 18.Wahyu Hadiningrat — Wakapolri.
Pelantikan tersebut menandai perubahan pada sejumlah posisi strategis pemerintahan, mulai dari koordinasi kebijakan ekonomi dan sosial, diplomasi, perindustrian, hingga kepemimpinan Polri.