151 Siswa dan Guru di Sukabumi Diduga Keracunan MBG, Dinkes Sukabumi Periksa SPPG

151 Siswa dan Guru di Sukabumi Diduga Keracunan MBG, Dinkes Sukabumi Periksa SPPG
Sebanyak 151 siswa dan guru SMKN 1 Gunungguruh, Sukabumi, diduga mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG.
Ikhtisar
  • • Sebanyak 151 siswa dan guru SMKN 1 Gunungguruh, Sukabumi, diduga mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG.
  • • Para korban mengalami mual, pusing, dan diare setelah mengonsumsi dimsum ayam jamur.
  • • Dinkes Sukabumi telah memeriksa SPPG Cikujang 1 untuk mencari penyebab kejadian tersebut.

INFORMASI.COM, Jakarta - Sebanyak 151 siswa dan guru SMKN 1 Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kasus tersebut baru diketahui dan ditelusuri lebih lanjut setelah pihak terkait mendapatkan informasi mengenai sejumlah siswa dan guru yang mengalami gejala sakit.

Plt Camat Gunungguruh, Ridwan Agus Mulyawan, mengatakan pihak sekolah sebelumnya hanya melaporkan kejadian tersebut kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG.

Ridwan menjelaskan, dugaan keracunan tersebut diketahui setelah pihak sekolah melakukan pengecekan kehadiran pada Senin (5/10/2026).

Dari penelusuran tersebut, diketahui sejumlah siswa dan guru ternyata telah mengalami gejala sakit sejak Jumat (2/10/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Para korban mengeluhkan mual, pusing, dan diare. Gejala tersebut disebut muncul setelah mereka menyantap menu MBG berupa dimsum ayam jamur sekitar pukul 13.00 WIB.

Kabar mengenai dugaan keracunan makanan tersebut baru diterimanya pada Rabu (7/10/2026).

Forkopimcam bersama kepala Puskesmas kemudian mendatangi SMKN 1 Gunungguruh untuk melakukan penelusuran.

Satu Guru Sempat Dirawat di Rumah Sakit

Tim Puskesmas Cibolang yang berkoordinasi dengan pihak sekolah menemukan sebanyak 125 siswa dan 26 guru mengalami gejala serupa.

Dengan demikian, total terdapat 151 orang yang diduga mengalami gejala setelah mengonsumsi menu MBG.

Sebagian siswa dan guru yang masih mengalami gejala menjalani pengobatan jalan di rumah masing-masing.

Adapun seorang guru sempat dirawat di RS Beta Medika, namun kini telah kembali dan dapat menjalankan aktivitas mengajar.

Dinkes Sukabumi Periksa SPPG

Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi menerjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap SPPG Cikujang 1 yang menyediakan menu MBG tersebut.

Pemeriksaan dilakukan untuk mencari penyebab munculnya gejala yang dialami para siswa dan guru.

Meski demikian, hingga saat ini penyebab pasti dugaan keracunan massal di SMKN 1 Gunungguruh masih dalam tahap investigasi tim kesehatan.

Karena itu, kejadian tersebut masih disebut sebagai dugaan keracunan dan belum dapat dipastikan disebabkan oleh menu MBG sebelum hasil pemeriksaan dan investigasi kesehatan selesai.

BAGIKAN
Add preferred source on Google
Anda harus login untuk memberikan komentar.