- • Pemantauan BMKG menunjukkan sebagian besar titik kualitas udara di Sumatra dan Kalimantan berada pada kategori tidak sehat, sangat tidak sehat, hingga berbahaya.
- • Banjarbaru mencatat PM2.5 838,9 µg/m³, disusul Pangkalanbun 339,3 µg/m³; keduanya masuk kategori berbahaya.
- • Kabut asap karhutla meluas di Sumatra bagian selatan dan Kalimantan, dengan hotspot masih terdeteksi di kedua wilayah tersebut.
INFORMASI.COM, Jakarta - Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menekan kualitas udara di Indonesia. Pemantauan BMKG menunjukkan mayoritas titik pemantauan di Sumatra dan Kalimantan berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya, dengan Banjarbaru dan Pangkalanbun sebagai wilayah terburuk pada Senin (12/10/2026) pagi.
BMKG menggolongkan udara berbahaya bila konsentrasi PM2.5 melebihi 250,5 µg/m³.
Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, BMKG mencatat kualitas udara yakni 838,9 µg/m³ pada pukul 04.00 WIB. Adapun satu lokasi lagi yang masuk kategori paling berbahaya yakni Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. Kualitas udara di Pangkalanbun yakni 339,3 µg/m³.
Angka Banjarbaru melampaui ambang kategori berbahaya lebih dari tiga kali. Kondisi tersebut menempatkan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah sebagai wilayah dengan tekanan polusi udara paling berat.
Sumatra dan Kalimantan Tengah Paling Terdampak
Kategori sangat tidak sehat, dengan rentang 150,5 hingga 250,4 µg/m³, mencakup Musi 2 Palembang, Palangkaraya, Talang Betutu Palembang, dan Kota Jambi. Konsentrasi PM2.5 di wilayah-wilayah itu berkisar 169,8 hingga 237,4 µg/m³.
Kategori tidak sehat, dengan rentang 55,5 hingga 150,4 µg/m³, juga mencakup Kubu Raya, Mempawah, Muaro Jambi, Pekanbaru, Kemayoran, Kototabang, dan Medan. Sebaran tersebut menunjukkan tekanan asap tidak hanya menimpa Kalimantan, tetapi juga Sumatra bagian selatan dan tengah.
Ancaman Kesehatan Warga
Konsentrasi PM2.5 yang tinggi berarti partikel halus berukuran maksimal 2,5 mikrometer lebih banyak beredar di udara. BMKG mengukur konsentrasi tersebut menggunakan metode penyinaran sinar beta atau Beta Attenuation Monitoring.
Kondisi udara berbahaya menuntut masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar. BMKG juga menyediakan pemantauan kualitas udara secara near real-time melalui laman resminya.
Asap Melintasi Batas Negara
ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) mencatat kabut asap sedang hingga pekat menyelimuti sebagian Kalimantan, Sarawak, Semenanjung Malaysia, Singapura, dan Sumatra bagian selatan sejak Sabtu (10/10/2026).
Hotspot terdeteksi tersebar di Kalimantan dan Sumatra, dengan beberapa titik juga terpantau di Jawa dan Sulawesi. ASMC memperkirakan kondisi kering dan risiko kabut asap tinggi berlanjut hingga akhir Oktober.
Karhutla Masih Menyala
Data Sipongi Kementerian Kehutanan mencatat 2.041 titik panas hingga 6 Oktober 2026. Sebagian besar titik panas berada di wilayah yang sama dengan titik pemantauan udara yang memburuk, terutama Sumatra dan Kalimantan.
Pada 8 Oktober, jumlah hotspot turun menjadi 387 titik. Namun, Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah tetap menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, masing-masing 130 dan 86 titik.
BMKG sebelumnya memperingatkan bahwa El Niño kategori sangat kuat dan musim kemarau meningkatkan potensi karhutla serta meluasnya kabut asap di Sumatra bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, dan wilayah lain.