Xabi Alonso Mundur dari Real Madrid Usai Kalah dari Barcelona, Kenapa?

Xabi Alonso Mundur dari Real Madrid Usai Kalah dari Barcelona, Kenapa?
Xabi Alonso
Ikhtisar
  • Xabi Alonso resmi meninggalkan kursi pelatih Real Madrid dengan kesepakatan bersama setelah kekalahan di Final Piala Super Spanyol 2026 dari Barcelona.
  • Real Madrid kini berada di posisi kedua klasemen La Liga 2025/26 per 13 Januari, tertinggal 4 poin dari Barcelona.
  • Álvaro Arbeloa ditunjuk sebagai pelatih sementara; Alonso sebelumnya sukses besar di Bayer Leverkusen sebelum ke Madrid.

 INFORMASI.COM, Jakarta - Real Madrid resmi mengumumkan kepergian Xabi Alonso sebagai pelatih kepala tim utama setelah masa jabatannya yang relatif singkat berakhir melalui kesepakatan bersama, Senin (12/1/2026). Keputusan tersebut diambil hanya sehari setelah Los Blancos kalah 2-3 dari Barcelona dalam Final Supercopa de España 2026 di King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi.

Final Supercopa melawan Barcelona pada 11 Januari 2026 menjadi laga terakhir Alonso bersama Real Madrid. 

Kekalahan tersebut mempertegas tekanan terhadap Alonso. Selain itu, internal tim juga dikabarkan sempat mengalami ketegangan antara pelatih dan beberapa pemain senior.

Namun, Real Madrid tidak mau mengomentari alasan internal tersebut. Dalam pernyataannya, klub hanya menyatakan hubungan kerja berakhir atas kesepakatan bersama antara Madrid dan Xabi Alonso, yang dipandang sebagai salah satu legenda Real Madrid di era pemain.

Perpisahan ini agak janggal, sebab hingga kini Real Madrid masih melakukan perlawanan sengit di La Liga. Hasil yang diraih Xabi Alonso pun terbilang tidak jelek.

Real Madrid berada di peringkat kedua klasemen La Liga 2025/26 dengan koleksi 45 poin dari 19 laga. Xabi setidaknya membawa Los Galacticos memenangkan 14 laga. Sementara 5 sisa pertandingan berakhir 3 kali imbang dan 2 kali kalah.

Jarak dengan Barcelona pun tidak jauh-jauh amat. Madrid hanya berjarak 4 poin dari Barca yang memuncaki klasemen dengan raihan 49 poin dari 19 pertandingan.

Sekali lagi, dalam pernyataan resminya, Real Madrid mengatakan keputusan mundur atau berpisahnya Alonso dari klub berasal dari kesepakatan bersama antara kedua belah pihak.

Xabi Alonso akan selalu mendapat cinta dan kekaguman dari semua pendukung Madrid karena statusnya sebagai legenda yang mewakili nilai-nilai klub.

— Pernyataan Real Madrid terkait mundurnya Xabi Alonso.

Untuk sementara, Real Madrid secara resmi menunjuk Álvaro Arbeloa sebagai pelatih tim utama menyusul kepergian Alonso. Arbeloa, 42 tahun, merupakan mantan bek Real Madrid dan telah berada dalam struktur kepelatihan klub sejak 2020—mulai dari tim muda hingga Castilla (tim B).

Prestasi Arbeloa sebagai pelatih muda meliputi gelar liga dengan tim Under-14, treble bersama tim Under-19 pada musim 2022–2023, serta gelar liga bersama Castilla pada musim 2024–2025.

Prestasi Xabi Alonso Sebelum Real Madrid

Xabi Alonso sebenarnya datang ke Santiago Bernabéu dari Bayer Leverkusen dengan prestasi mengagumkan. Bersama Leverkusen, mantan gelandang Liverpool itu meraih sukses luar biasa.

Pada musim 2023-24, Xabi mampu membawa Leverkusen untuk menjadi Juara Bundesliga dan merengkuh Piala DFB Pokal. Di musim yang sama, Xabi juga membawa Leverkusen menjadi runner-up Liga Eropa UEFA usai kalah dari Atalanta di final.

Karena prestasi cemerlangnya itum Xabi Alonso pun didapuk menjadi VDV Bundesliga Coach of the Season pada 2023-24.

Pelatih Madrid dengan Masa Jabatan Pendek

Dalam sejarah era modern Real Madrid di bawah Presiden Florentino Pérez, beberapa pelatih sempat menjalani masa tugas singkat serupa seperti Alonso. Berdasarkan catatan resmi daftar pelatih klub, berikut beberapa yang masa jabatannya relatif terbatas sebelum Xabi Alonso:

  • Manuel Pellegrini: Juni 2009-Mei 2010.
  • Rafael Benítez: Juni 2015-Januari 2016.
  • Julen Lopetegui: Juni-Oktober 2018.
  • Santiago Solari: Oktober 2018-Maret 2019.

Keputusan mundurnya Xabi Alonso membuka babak baru bagi Real Madrid di tengah persaingan La Liga dan kompetisi Eropa 2025/26. Álvaro Arbeloa kini akan memikul tanggung jawab untuk memandu Los Blancos melewati fase krusial kompetisi musim ini.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.