- • Kolaborasi Konami dan FIFA melalui eFootball kembali menghadirkan kompetisi esports sepak bola berskala global pada 2026.
- • Challenger Series resmi dimulai pada 12 Februari 2026 sebagai tahap awal menuju FIFAe World Cup.
- • Lebih dari 110 negara dan wilayah berpartisipasi, termasuk pendatang baru seperti Kroasia, Kenya, dan Tunisia.
INFORMASI.COM, Jakarta - Dunia esports sepak bola memasuki fase baru pada 2026 seiring berkembangnya kompetisi digital yang semakin luas dan terstruktur. Turnamen berbasis gim eFootball kembali menjadi salah satu panggung utama setelah edisi sebelumnya mencatat sekitar 16,51 juta peserta dari berbagai belahan dunia.
Tahun ini, skala kompetisi meningkat dengan partisipasi lebih dari 110 negara dan wilayah anggota FIFA. Jumlah tersebut menjadi yang terbesar sepanjang penyelenggaraan turnamen esports sepak bola ini. Kehadiran negara baru seperti Kroasia, Kenya, dan Tunisia memperluas jangkauan kompetisi sekaligus mempertegas karakter global turnamen.
Konami memulai rangkaian kompetisi melalui Challenger Series pada 12 Februari 2026. Tahapan ini menjadi pintu awal bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan sebelum memasuki proses kualifikasi internasional menuju FIFAe World Cup 2026.
Challenger Series terbagi menjadi dua divisi utama, yaitu Console Division dan Mobile Division. Seleksi kandidat tim nasional dilakukan berdasarkan performa pemain dalam pertandingan melawan AI, laga pemain lawan pemain (PvP), serta event berbasis peringkat.
Putaran awal kompetisi berlangsung dari 12 hingga 19 Februari melalui Round 1 dan Round 2 menggunakan mode Dream Team dalam format Challenge Event yang mencakup pertandingan AI dan PvP. Kompetisi kemudian berlanjut ke Round 3 pada 19–22 Februari dalam format Ranking Event PvP dengan mode yang sama.
Hasil performa pemain pada setiap fase tersebut menjadi bahan pertimbangan asosiasi sepak bola nasional dalam menentukan wakil negara masing-masing. Namun, capaian di Challenger Series tidak otomatis memastikan tempat di tim nasional karena keputusan akhir tetap berada pada federasi sepak bola tiap negara.
Perubahan format juga menjadi perhatian dalam penyelenggaraan tahun ini. Divisi Mobile untuk pertama kalinya mengadopsi sistem 2v2 pada struktur kompetisi utama, sehingga pendekatan strategi tim, komunikasi, dan koordinasi pemain menjadi faktor penting.
Meski demikian, Challenger Series masih menggunakan format 1v1. Format tersebut menempatkan kemampuan individu sebagai fondasi utama sebelum pemain memasuki sistem permainan tim pada tahap kompetisi berikutnya.
Tidak semua negara atau wilayah memenuhi syarat untuk tampil di FIFAe World Cup 2026. Kondisi tersebut membuat proses seleksi dan kualifikasi menjadi lebih kompetitif sekaligus eksklusif dalam menentukan negara yang akan tampil di putaran final pada akhir tahun.