- • Inter Milan harus menelan kekalahan 1-3 dari Bodø/Glimt pada leg pertama play-off 16 besar Liga Champions 2025/2026.
- • Pemain Bodø/Glimt, Kasper Høgh menjadi arsitek kemenangan dalam laga di Aspmyra Stadion, Norwegia, Kamis (19/2/2026) WIB.
- • Hasil ini memaksa Inter wajib menang dengan selisih minimal dua gol di leg kedua di San Siro, pekan depan.
INFORMASI.COM, Jakarta - Inter Milan harus membawa pulang hasil negatif setelah takluk 1-3 dari Bodø/Glimt pada leg pertama play-off 16 besar Liga Champions 2025/2026. Laga yang berlangsung di Aspmyra Stadion, Norwegia, Rabu (18/2/2026) malam waktu setempat itu menyisakan tugas berat bagi Nerazzurri di leg kedua nanti.
Sejak awal pertandingan, isu lapangan sintetis dan suhu dingin ekstrem di Bodø menjadi perbincangan. Namun, faktor teknis di lapangan justru lebih menentukan jalannya laga.
Tuan rumah membuka keunggulan pada menit ke-20 melalui Sondre Brunstad Fet yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Inter. Fet menaklukkan Yann Sommer setelah menerima backheel cerdik dari Kasper Høgh.
Tertinggal satu gol, Inter berusaha merespons. Upaya mereka membuahkan hasil sepuluh menit berselang. Umpan silang Nicolo Barella disundul Carlos Augusto, lalu diselesaikan Francesco Pio Esposito untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Meski sempat menguasai tempo permainan, Inter gagal menciptakan peluang tambahan sebelum turun minum.
Bodø/Glimt Makin Perkasa di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Inter sempat memberikan harapan. Lautaro Martinez nyaris membawa timnya unggul setelah sepakannya membentur mistar gawang. Tendangan bebas Carlos Augusto juga berhasil diamankan kiper Nikita Haikin. Namun, momentum itu tidak dimaksimalkan.
Petaka bagi Inter datang pada menit ke-61. Kesalahan Carlos Augusto di area berbahaya memberi peluang bagi Jens Petter Hauge. Ia menerima assist dari Kasper Høgh dan membawa Bodø/Glimt kembali unggul 2-1.
Tiga menit berselang, Høgh mencatatkan namanya di papan skor melalui penyelesaian jarak dekat setelah kerja sama apik bersama Ole Blomberg di sisi kanan. Skor berubah menjadi 3-1.
Inter semakin terpukul setelah Lautaro Martinez mengalami masalah pada betis dan harus ditarik keluar. Marcus Thuram masuk menggantikannya, namun pergantian itu tidak memberi dampak signifikan.
Serangan Inter kehilangan intensitas dan koordinasi, sementara tuan rumah mampu mengontrol ritme hingga peluit akhir dibunyikan.
Kekalahan 1-3 membuat Inter wajib menang dengan selisih minimal dua gol di leg kedua di San Siro pekan depan.
Bodø/Glimt kini memegang keunggulan dua gol yang memberi mereka posisi strategis menjelang laga penentuan di Italia.
Kemenangan ini semakin mempertegas status Bodø/Glimt sebagai "kuda hitam" yang konsisten meruntuhkan kekuatan tim papan atas Eropa.