Iran Ogah Ikut Piala Dunia 2026, Trump: Saya Tidak Peduli

Iran Ogah Ikut Piala Dunia 2026, Trump: Saya Tidak Peduli
Presiden AS, Donald Trump, mengangkat Trofi Piala Dunia FIFA didampingi Giovanni Infantino, Presiden FIFA.
Ikhtisar
  • Donald Trump menyatakan tidak peduli jika Iran gagal tampil di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.
  • Sebelumnya, Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, meragukan partisipasi timnas Iran setelah serangan militer AS dan Israel.
  • Adapun FIFA dan U.S. Soccer menyatakan akan fokus pada penyelenggaraan turnamen yang aman untuk seluruh tim.

INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan sikap tegas terkait kemungkinan Iran absen dari Piala Dunia 2026. Ia mengaku tidak mempermasalahkan apabila negara tersebut batal datang ke Amerika Serikat untuk mengikuti turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.

Ketidakpastian ini muncul setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer ke Iran pada Sabtu, 28 Februari. Operasi tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta puluhan pejabat tinggi lainnya. Iran kemudian merespons dengan menyerang sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Di tengah eskalasi konflik itu, jadwal Iran di Piala Dunia 2026 sebenarnya telah ditetapkan. Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni, Belgia di Los Angeles pada 21 Juni, serta Mesir di Seattle pada 26 Juni.

Namun, dengan waktu hanya tiga bulan menuju kickoff, partisipasi Iran kini berada dalam bayang-bayang ketidakpastian.

Dalam wawancara denganPoliticopada Selasa, 3 Maret, Trump menyampaikan sikapnya secara lugas.

“Saya benar-benar tidak peduli. Saya pikir Iran adalah negara yang kalah telak. Mereka sudah kehabisan tenaga,” kata Trump.

Pernyataan tersebut muncul saat spekulasi boikot menguat di Teheran. Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, mengakui situasi saat ini menyulitkan negaranya untuk menatap turnamen dengan optimisme.

“Tidak mungkin untuk mengatakan secara pasti, tetapi pasti akan ada respons. Hal ini akan dipelajari oleh para pejabat olahraga di tingkat tinggi negara dan akan ada keputusan tentang apa yang akan terjadi,” kata Mehdi Taj kepada IRIB Channel 3, seperti dilansir Daily Mail.

“Namun yang dapat kita katakan sekarang adalah bahwa karena serangan ini dan kekejamannya, jauh dari harapan kita untuk dapat menatap Piala Dunia dengan penuh optimisme,” tambahnya.

Dari sisi otoritas sepak bola dunia, Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menegaskan organisasinya tetap fokus pada seluruh tim yang dijadwalkan tampil sesuai rencana.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, belum memberikan pernyataan langsung mengenai konflik Timur Tengah sejak pecahnya serangan. Sebelumnya, pada Desember lalu, Infantino menganugerahkan FIFA Peace Prize perdana kepada Trump.

CEO U.S. Soccer, J.T. Batson, menyatakan dukungan terhadap komitmen FIFA untuk memastikan turnamen berlangsung aman. “Presiden FIFA Gianni Infantino berbagi pada akhir pekan niat untuk menghadirkan Piala Dunia yang aman dan terjamin di mana semua tim berpartisipasi. Dan kami tentu sangat mendukung hal tersebut,” kata Batson kepada Sky News pada Selasa.

Di tengah situasi ini, media Arab Aawsat menyebut sejumlah kemungkinan alasan Iran mempertimbangkan boikot. 

Media tersebut juga menyebut faktor keamanan dan potensi kebijakan pemerintah Amerika Serikat sebagai pertimbangan.

“Berbagai pihak mungkin, karena alasan keamanan, menganggap partisipasi tim tersebut tidak aman. Pemerintah AS juga dapat memberlakukan pembatasan terhadap partisipasi mereka,” tulis Aawsat.

Ketegangan ini bukan kali pertama memengaruhi hubungan Iran dengan tuan rumah. Pada Desember lalu, Iran memboikot drawing Piala Dunia 2026 karena pemerintah Amerika Serikat menolak visa bagi sejumlah perwakilan Iran.

Dengan situasi geopolitik yang belum mereda, keputusan akhir terkait keikutsertaan Iran kini menunggu sikap resmi otoritas olahraga dan pemerintah di Teheran, sementara penyelenggara turnamen tetap menyatakan komitmen terhadap partisipasi seluruh tim.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.