- • Timnas Indonesia akan berlaga pada FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/3/2026).
- • Ini merupakan tantangan perdana bagi pelatih John Herdman yang baru saja direkrut PSSI untuk menggantikan Patrick Kluivert.
- • Dalam konferensi pers, Herdman menyebut Shin Tae Yong dan Patrick Kluivert sebagai sosok yang ikut membangun fondasi Timnas.
INFORMASI.COM, Jakarta - Atmosfer jelang laga Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026 mulai memanas. Sorotan tidak hanya tertuju pada pertandingan melawan Saint Kitts and Nevis, tetapi juga pada pernyataan pelatih anyar Garuda, John Herdman, yang langsung menjadi bahan pembicaraan menjelang pertandingan.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (26/3/2026), Herdman membuka pernyataannya dengan menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen. Ia menilai FIFA Series menjadi ajang penting karena mempertemukan tim-tim dari konfederasi berbeda dalam satu panggung pertandingan internasional.
“Pertama terima kasih kepada Erick Thohir, PSSI, GSI dan FIFA untuk mengorganisasi event besar ini dengan mempertemukan tim dari berbagai konfiderasi. Sekaligus menjadikan Stadion Utama Senayan sebagai tuan rumah bagi kami dan para pemain. Ini hal fantastik sekaligus tes yang bagus bagi kami dan pemain. Ini tantangan yang kami cari,” ujar Herdman.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno bukan hanya dipandang sebagai pertandingan biasa. Bagi Herdman, turnamen ini menjadi ruang uji yang penting untuk mengukur kesiapan tim sekaligus melihat respons para pemain dalam tekanan pertandingan internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Herdman juga menyinggung dua nama yang sebelumnya dekat dengan perjalanan Timnas Indonesia, yakni Shin Tae Yong dan Patrick Kluivert. Penyebutan dua nama itu langsung menarik perhatian karena dilakukan secara terbuka dalam konferensi pers pertamanya menjelang laga resmi.
Alih-alih membangun narasi persaingan, Herdman justru menunjukkan sikap menghargai pekerjaan yang sudah dilakukan sebelumnya. Ia menilai struktur dasar permainan Timnas Indonesia saat ini tidak dibangun dari nol, melainkan sudah memiliki pondasi yang bisa dikembangkan lebih jauh.
“Fondasi timnas sudah ada berkat coach Shin Tae Yong dan Patrick Kluivert. Tugas saya sekarang adalah meningkatkan kualitas timnas dengan berfokus pada transisi dan organisasi serangan agar lebih dinamis dan direct,” tegas Herdman.
Pernyataan itu memberi gambaran arah kerja yang ingin dibawa Herdman dalam periode awal kepelatihannya. Ia tidak datang hanya untuk mempertahankan pola yang sudah ada, tetapi juga ingin menambah dimensi baru dalam permainan Timnas Indonesia.
Secara garis besar, Herdman ingin membentuk tim yang lebih cepat saat berpindah dari fase bertahan ke menyerang. Ia juga ingin membuat alur serangan Indonesia lebih tertata, lebih agresif, dan lebih efektif saat memasuki area berbahaya lawan.
Fokus tersebut memperlihatkan bahwa pendekatan yang disiapkan bukan sekadar perubahan kosmetik. Herdman ingin mendorong Timnas Indonesia tampil lebih direct, dengan intensitas serangan yang lebih jelas dan keputusan bermain yang lebih cepat di lapangan.