- • Beckham Putra menjawab kritik yang sempat mengarah kepadanya karena masuk skuad Timnas Indonesia.
- • Beckham membawa Timnas Indonesia mengalahkan Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026, Jumat (27/3/2026).
- • Dua gol cantik dan dua selebrasi unik jadi pembuktian bagi pemain Persib Bandung tersebut.
INFORMASI.COM, Jakarta - Beckham Putra Nugraha menjawab sorotan publik dengan cara paling tegas: tampil menentukan di atas lapangan. Setelah namanya sempat dipertanyakan usai masuk skuad Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, pemain muda itu justru tampil menonjol dan menjadi salah satu pembeda saat Garuda mengalahkan Saint Kitts and Nevis.
Pada laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/3/2026) malam WIB, Beckham mencetak dua gol yang membantu Indonesia meraih kemenangan. Penampilan itu bukan hanya penting untuk hasil akhir pertandingan, tetapi juga menjadi jawaban langsung atas kritik yang sempat membanjiri ruang digital dalam beberapa hari terakhir.
Sorotan kepada Beckham muncul sejak pengumuman skuad Timnas Indonesia. Keputusannya masuk dalam daftar pemain untuk FIFA Series 2026 memicu banyak perdebatan, terutama di media sosial. Sebagian publik mempertanyakan kontribusi dan kesiapan Beckham untuk bersaing di level tim nasional.
Namun, John Herdman tetap memberi kepercayaan. Pelatih Timnas Indonesia itu menurunkan Beckham sejak menit awal dengan peran yang fleksibel, bergerak di antara sisi kiri serangan dan area gelandang serang.
Kepercayaan itu dibayar tuntas. Sejak awal pertandingan, Beckham tampil aktif mencari ruang, terlibat dalam alur serangan, dan menunjukkan keberanian mengambil keputusan di area berbahaya.
Gol pertamanya pada menit ke-15 langsung mengubah atmosfer pertandingan. Beckham menyelesaikan peluang dengan tenang dan efektif, lalu merayakannya dengan gaya “Cold Palmer”, selebrasi yang identik dengan ekspresi tenang dan percaya diri.
Selebrasi itu menjadi salah satu momen yang paling mencuri perhatian dalam pertandingan. Di tengah tekanan dan keraguan yang sempat mengiringi pemanggilannya ke tim nasional, gestur tersebut terasa seperti pesan simbolik bahwa ia tetap tenang menghadapi sorotan.
Beckham tidak berhenti sampai di sana. Ia kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat gol kedua yang semakin mempertegas pengaruhnya di laga itu.
Gol tersebut kembali lahir dari kerja sama dengan Ole Romeny. Kombinasi keduanya menjadi salah satu jalur serangan paling efektif yang dimiliki Indonesia saat menghadapi Saint Kitts and Nevis. Pergerakan tanpa bola Beckham dan umpan-umpan krusial dari Ole membuka ruang yang terus merepotkan pertahanan lawan.
Selebrasi setelah gol kedua membawa nuansa yang berbeda. Kali ini, Beckham menutup kedua telinganya. Gestur itu kerap dimaknai sebagai respons terhadap kritik, keraguan, atau suara-suara negatif dari luar lapangan.
Dalam konteks pertandingan ini, selebrasi tersebut terasa kuat secara pesan. Beckham bukan hanya menjawab lewat statistik, tetapi juga memperlihatkan bahwa ia memilih berbicara melalui performa.
Laga melawan Saint Kitts and Nevis pun berubah menjadi lebih dari sekadar pertandingan FIFA Series biasa. Bagi Beckham Putra, pertandingan itu menjadi ruang pembuktian yang konkret, terukur, dan sulit dibantah.
Ia tidak sekadar hadir sebagai pelengkap skuad. Ia tampil sebagai pemain yang berkontribusi langsung terhadap kemenangan, sekaligus menggeser arah pembicaraan publik dari keraguan menjadi pengakuan.
Penampilan ini juga memberi sinyal penting bagi Timnas Indonesia. Di tengah kebutuhan akan variasi serangan dan pemain yang berani mengambil peran di sepertiga akhir lapangan, Beckham menunjukkan bahwa ia bisa menjadi salah satu opsi yang relevan.
Gedebage Boy telah menempatkan dirinya sebagai pemain yang layak diperhitungkan dalam persaingan skuad Timnas Indonesia.