- • Veda Ega Pratama gagal finis di Moto3 Amerika Serikat 2026 setelah terjatuh pada lap kelima saat masih bersaing di grup terdepan.
- • Pembalap muda Indonesia itu sempat tampil menjanjikan dari posisi start keempat dan bahkan mencatat fastest lap sebelum insiden terjadi.
- • Guido Pini merebut kemenangan perdana di Moto3, diikuti Maximo Quiles dan Alvaro Carpe di podium.
INFORMASI.COM, Jakarta - Harapan besar sempat mengiringi penampilan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, pada balapan Moto3 Amerika Serikat 2026 di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Texas, Senin (30/3/2026) dini hari WIB. Memulai lomba dari baris depan, Veda menunjukkan kecepatan dan keberanian untuk bertarung di kelompok teratas, sebelum kecelakaan pada lap kelima memaksa perjuangannya berakhir lebih cepat.
Sejak awal balapan, Veda langsung memperlihatkan start yang rapi dan agresif. Ia mampu menjaga posisinya di jajaran depan saat lampu start padam, sekaligus langsung menempel pembalap yang berada di depannya.
Pada fase pembuka, pembalap Indonesia itu bahkan sempat berada dalam tekanan persaingan yang sangat rapat bersama para penantang papan atas. Lintasan COTA yang dikenal teknis dan menuntut presisi membuat pertarungan sejak awal berlangsung ketat, terutama di kelompok depan yang jarak antarpembalapnya sangat tipis.
Veda memulai balapan dari posisi keempat dan mampu mempertahankan tempatnya pada awal lap pertama. Ia juga sempat menekan Maximo Quiles, yang saat itu berada di posisi ketiga, sehingga membuka peluang untuk ikut dalam perebutan podium sejak dini.
Namun, ketatnya karakter balapan Moto3 membuat perubahan posisi terjadi sangat cepat. Menjelang akhir lap pertama, Veda mulai kehilangan beberapa tempat ketika rombongan depan saling bertukar posisi. Saat memasuki lap kedua, ia turun hingga peringkat kedelapan.
Penurunan itu tidak membuat ritme Veda runtuh. Memasuki lap ketiga, ia mulai kembali menemukan kecepatan terbaiknya. Dengan lebih tenang dan terukur, Veda memperbaiki posisinya setelah berhasil menyalip Casey O'Gorman untuk naik ke urutan ketujuh.
Performa Veda terus membaik pada lap berikutnya. Ia kembali menyalip satu pembalap lain dan naik ke posisi keenam. Pada fase ini, lajunya terlihat semakin kompetitif dibanding para rival di sekitarnya.
Momentum positif itu makin kuat setelah Veda sempat mencatatkan fastest lap. Catatan waktu tersebut menunjukkan bahwa ia bukan sekadar bertahan di rombongan depan, tetapi juga memiliki kecepatan yang cukup untuk terus menekan barisan teratas.
Memasuki lap kelima, balapan mulai terbelah ke dalam beberapa kelompok. Veda tetap bertahan di grup terdepan dan masih berada dalam persaingan tujuh besar, dengan selisih waktu kurang dari satu detik dari pemimpin lomba. Situasi itu membuka peluang realistis baginya untuk terus merapat ke posisi podium.
Akan tetapi, momentum tersebut tidak bertahan lama. Saat balapan memasuki Tikungan 11 pada lap kelima, Veda mengalami kecelakaan.
Motor yang dikendarainya terlihat kehilangan kendali, sebelum akhirnya membuatnya terjatuh. Insiden itu langsung mengakhiri perjuangannya di Austin, karena ia tidak dapat melanjutkan balapan hingga finis.
Kecelakaan tersebut menjadi penutup yang pahit bagi penampilan yang sebenarnya sempat menjanjikan. Sebab, sebelum crash, Veda menunjukkan paket lengkap sebagai pembalap kompetitif: start yang solid, keberanian bertarung di grup depan, serta kecepatan lap yang mampu bersaing dengan pembalap-pembalap terbaik di kelas Moto3.
Di tengah berakhirnya perjuangan Veda, balapan tetap berlanjut dengan persaingan ketat di barisan depan. Guido Pini dari Leopard Racing akhirnya keluar sebagai pemenang dan mencatat kemenangan perdananya di kelas Moto3.
Pembalap asal Italia itu menuntaskan balapan dengan hasil terbaik di COTA setelah mampu menjaga keunggulan hingga garis finis. Hasil tersebut menjadi pencapaian penting dalam kariernya di kelas ringan Grand Prix.
Di belakang Pini, Maximo Quiles dari CFMoto Aspar Team finis di posisi kedua. Sementara itu, Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo mengamankan tempat terakhir di podium dengan finis ketiga.
Persaingan lima besar juga berlangsung ketat hingga akhir balapan. Valentin Perrone dari Red Bull KTM Tech 3 menyelesaikan lomba di urutan keempat, sedangkan Adrian Fernandez dari Leopard Racing finis di posisi kelima.
Meski gagal membawa pulang poin dari Austin, penampilan Veda tetap memberi sinyal positif. Start dari posisi keempat, kemampuan bertahan di kelompok depan, hingga catatan fastest lap menunjukkan bahwa ia memiliki kapasitas untuk bersaing di level yang lebih tinggi, asalkan mampu menjaga konsistensi hingga akhir balapan.
Bagi Veda, hasil di COTA memang berakhir mengecewakan. Namun, dari jalannya balapan, ia tetap meninggalkan gambaran bahwa pembalap Indonesia masih punya ruang besar untuk tampil kompetitif di pentas dunia.
Hasil Moto3 Amerika Serikat 2026
- 1.Guido Pini (Leopard Racing)
- 2.Maximo Quiles (CFMoto Aspar Team)
- 3.Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo)
- 4.Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech 3)
- 5.Adrian Fernandez (Leopard Racing)