Pecah Telur! Irak Lolos ke Piala Dunia 2026 usai 40 Tahun Puasa

Pecah Telur! Irak Lolos ke Piala Dunia 2026 usai 40 Tahun Puasa
Para pemain Irak berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Bolivia dan memastikan lolos ke Piala Dunia 2026 usai Play-Off di Meksiko, Rabu (1/4/2026) WIB. Foto: FIFA
Ikhtisar
  • Irak memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Bolivia dengan skor 2-1, di Stadion BBVA, Meksiko, Rabu(1/4/2026) pagi.
  • Irak mengakhiri penantian panjang selama 40 tahun sejak terakhir berlaga di Piala Dunia pada 1986.
  • Dengan tiket ini, Irak akan tergabung di Grup I bersama raksasa Prancis, Norwegia, dan Senegal.

INFORMASI.COM, Jakarta - Sebuah catatan sejarah baru saja terukir di Stadion BBVA, Meksiko, pada Rabu (1/4/2026) pagi WIB. Tim nasional Irak, yang dijuluki Singa Mesopotamia, berhasil mengamankan satu tiket menuju putaran final Piala Dunia 2026 setelah membungkam perlawanan Bolivia dengan skor akhir 2-1.

Kemenangan ini bukan sekadar angka di papan skor. Lebih dari itu, ini adalah pembebasan dari penantian yang berlangsung hampir empat dekade. Sejak terakhir kali merasakan atmosfer Piala Dunia di Meksiko pada tahun 1986, Irak harus bersabar. Kini, mereka kembali lagi ke panggung tertinggi sepak bola dunia, mengakhiri “puasa” panjang yang sempat membayangi perjalanan sepak bola mereka.

Imbang di Babak Pertama

Jalannya pertandingan langsung menunjukkan karakter yang ingin dimainkan oleh anak asuh Graham Arnold. Berbeda dengan tekanan besar yang biasanya membebani, Irak justru tampil dengan struktur rapi dan disiplin tinggi sejak menit awal.

Hasilnya terlihat jelas di papan skor ketika laga baru memasuki menit ke-10. Bermula dari sepak pojok yang dieksekusi oleh Al Amari, Ali Al Hamadi muncul bagaikan bayangan di antara barisan pertahanan Bolivia. Tanpa pengawalan ketat, ia menyundul bola mulus ke dalam gawang. Gol itu bukan hanya membawa Irak unggul 1-0, tetapi juga mencatatkan sejarah baru: gol pertama yang pernah dicetak Irak melawan negara Amerika Selatan.

Tertinggal satu gol, tim berjuluk La Verde tak tinggal diam. Bolivia mencoba mengambil alih kendali permainan, meski upaya mereka kerap mentah di lini pertahanan Irak.

Namun, keberuntungan masih berpihak pada Bolivia menjelang akhir babak pertama. Pada menit ke-38, sebuah skema tembakan dari Ramiro Vaca mengalami defleksi yang membuka peluang bagi Moises Paniagua.

Tak terkawal di kotak penalti, Paniagua dengan tenang mengontrol bola hidup dan merobek jala gawang Irak. Skor imbang 1-1 bertahan hingga jeda.

Aymen Hussein Pahlawan Singa Mesopotamia

Memasuki babak kedua, Irak kembali menunjukkan bahwa mereka datang ke Meksiko bukan hanya untuk sekadar bermain. Pada menit ke-53, kapten tim, Aymen Hussein, menunjukkan naluri predatornya.

Menerima umpan silang akurat dari sisi kanan yang dikirimkan Marko Farji, Hussein berhasil mendahului penjagaan lini belakang Bolivia dan menyelesaikannya dengan klinis. Irak kembali unggul 2-1.

Selepas gol kedua, Bolivia melancarkan kepungan habis-habisan. Mereka tercatat mendapatkan 17 tendangan penjuru, sebuah angka yang mencerminkan dominasi tekanan. Namun, angka itu juga menunjukkan sebuah kegagalan: tak satu pun dari belasan sepak pojok itu mampu dikonversi menjadi gol.

Di sisi lain, Kiper Irak, Ahmed Basil, menjelma menjadi tembok terakhir yang kokoh. Pada menit ke-75 dan 79, Basil melakukan penyelamatan krusial, termasuk menepis tembakan jarak jauh Fernando Nava. Di saat yang sama, serangan balik cepat yang dilancarkan Merchas Doski dan kolega beberapa kali membuat jantung pertahanan Bolivia berdegup kencang, meski gol ketiga gagal tercipta.

Kepungan yang dilakukan Bolivia lebih mengandalkan determinasi daripada ketajaman. Mereka meninggalkan celah di belakang yang sebenarnya bisa dieksploitasi Irak, tetapi skor 2-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Irak bertahan hingga “tetes darah penghabisan” dan memastikan satu tiket terakhir menuju Piala Dunia 2026.

Masuk Grup Neraka

Kemenangan ini membawa konsekuensi besar bagi perjalanan Irak di Amerika Serikat nanti. Mereka resmi bergabung ke dalam Grup I, yang oleh banyak kalangan disebut sebagai salah satu grup neraka di turnamen kali ini.

Perjalanan Singa Mesopotamia akan langsung diuji berat. Pada 16 Juni di Boston, mereka dijadwalkan bertemu dengan Norwegia yang diperkuat mesin gol Erling Haaland. Enam hari berselang, giliran juara bertahan sekaligus raksasa dunia, Prancis, dengan megabintang Kylian Mbappé yang menjadi lawan di Philadelphia. Babak grup ditutup dengan laga melawan Senegal yang tangguh di Toronto pada 26 Juni.

Dengan telah dikonfirmasinya 48 tim peserta, gelaran Piala Dunia 2026 kini resmi memasuki hitung mundur. Untuk Irak, perjalanan baru saja dimulai, setelah menunggu selama 40 tahun, mimpi itu akhirnya kembali digenggam.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.