- • Atletico Madrid tampil dominan melawan Barcelona di Camp Nou, Kamis (9/4/2026) dinihari WIB, dengan kemenangan 0-2.
- • Tim asuhan Diego Simeone untuk pertama kalinya berhasil menang di Camp Nou sejak pelatih asal Argentina itu menangani klub.
- • Kemenangan dua gol ini mengakhiri catatan 25 kunjungan Atletico Madrid tanpa kemenangan di Camp Nou di semua kompetisi.
INFORMASI.COM, Jakarta - Selama nyaris dua dekade, Camp Nou selalu menjadi mimpi buruk bagi Atletico Madrid. Terakhir kali tim asal ibu kota Spanyol itu pulang dengan kemenangan dari stadion megah milik Barcelona adalah pada Februari 2006, ketika tim masih dilatih Pepe Murcia.
Catatan itu akhirnya terhapus sudah. Pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025-2026 yang digelar dini hari tadi, Kamis (9/4/2026), Atletico Madrid keluar sebagai pemenang. Diego Simeone, pelatih yang telah membangun reputasi sebagai spesialis laga keras, akhirnya mematahkan kutukan pribadinya.
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Namun, lanskap laga berubah drastis menjelang turun minum. Bek muda Barcelona, Pau Cubarsi, melakukan pelanggaran terhadap Giuliano Simeone, putra sang pelatih. Wasit tak memberi ampun. Kartu merah langsung keluar dari saku.
Bagi Cubarsi, catatan ini tak ingin ia kenang. Ia tercatat sebagai pemain remaja pertama yang dua kali mendapat kartu merah dalam sejarah Liga Champions. Sebuah rekor kelam yang harus ia pikul.
Dari situasi tendangan bebas yang tercipta akibat pelanggaran tersebut, Julian Alvarez langsung mengeksekusi dengan dingin. Bola meluncur deras dan bersarang di gawang Barcelona. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 1-0 bagi tim tamu.
Alvarez curls in stunning free-kick 😲
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) April 8, 2026
Kvaratskhelia slots in 😮💨@Heineken | #UCLGOTD pic.twitter.com/uTqBdAvOu6
Memasuki babak kedua, Barcelona yang bermain dengan 10 pemain tak tinggal diam. Mereka tetap berusaha mencari gol penyama kedudukan. Namun, lini pertahanan Atletico yang dididik Simeone tampil disiplin bak pagar betis. Setiap serangan tuan rumah dapat dipatahkan.
Saat laga memasuki menit-menit akhir, Barcelona mulai kehilangan keseimbangan. Mereka bermain semakin terbuka demi mengejar defisit gol. Celah itu langsung dimanfaatkan Atletico melalui skema serangan balik cepat.
Alexander Sorloth, yang masuk dari bangku cadangan, menjadi eksekutor pamungkas. Ia berhasil menerima umpan matang dan dengan tenang menceploskan bola ke gawang. Gol kedua itu sekaligus memastikan kemenangan 2-0 untuk pasukan Los Rojiblancos.
Hasil ini bukan sekadar tiga angka. Bagi Simeone, ini adalah pencapaian bersejarah yang selama 14 tahun masa baktinya di Atletico belum pernah ia raih: menang di kandang Barcelona. Kemenangan terakhir klub di stadion ini pun terjadi saat ia masih menjadi pemain.
Dengan keunggulan dua gol, Atletico kini membawa modal sangat berharga menuju leg kedua di Stadion Metropolitano, Madrid pekan depan. Dukungan penuh suporter kandang plus keunggulan agregat membuat posisi Simeone dan anak asuhnya jauh lebih menguntungkan. Barcelona wajib menang dengan selisih minimal tiga gol jika ingin membalikkan keadaan.