- • China menjuarai Piala Thomas 2026 setelah mengalahkan Prancis 3-1 di final.
- • Kemenangan ditentukan lewat sektor tunggal dan ganda putra setelah laga berlangsung ketat.
- • Gelar ini menjadi yang ke-12 bagi China, mendekati rekor Indonesia dengan 14 trofi.
INFORMASI.COM, Jakarta - Tim bulu tangkis China berhasil mempertahankan gelar juara Piala Thomas 2026 setelah mengalahkan Prancis dengan skor 3-1 pada laga final di Forum Horsens, Minggu (4/4/2026) waktu setempat atau Senin dini hari WIB.
China tidak meraih kemenangan dengan mudah meski diunggulkan di sektor tunggal putra. Prancis memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan dan tampil sebagai kejutan dalam turnamen ini.
Pada partai pertama, Shi Yu Qi menghadapi Christo Popov dalam duel panjang. Shi harus bermain hingga rubber game sebelum menang dengan skor 21-16, 16-21, 21-17 setelah bertanding hampir satu setengah jam.
Shi menguasai gim pertama melalui variasi serangan, tetapi Popov bangkit pada gim kedua dengan permainan net yang agresif. Pada gim penentuan, Shi mampu menjaga ketenangan di poin krusial untuk membawa China unggul 1-0.
Prancis menyamakan kedudukan pada partai kedua melalui kemenangan Alex Lanier atas Li Shi Feng dengan skor 21-13, 21-10. Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Lanier atas Li sekaligus menjaga peluang timnya.
China kembali unggul pada partai ketiga melalui Weng Hong Yang yang mengalahkan Toma Junior Popov dengan skor 22-20, 20-22, 21-19 dalam pertandingan berdurasi 96 menit.
Pertandingan berlangsung ketat hingga gim ketiga ketika skor sempat imbang 18-18. Weng mampu mengendalikan tekanan pada fase akhir untuk memastikan kemenangan dan membawa China unggul 2-1.
Gelar juara akhirnya ditentukan pada partai ganda putra kedua. Pasangan He Ji Ting dan Ren Xiang Yu tampil solid untuk mengalahkan Eloi Adam dan Leo Rossi dengan skor 21-13, 21-16.
Kemenangan tersebut memastikan China meraih gelar ke-12 di ajang Piala Thomas. Raihan ini membuat mereka semakin mendekati Indonesia yang masih memegang rekor gelar terbanyak dengan 14 trofi.
Selain mempertahankan dominasi di sektor putra, keberhasilan ini juga menjadi pengobat setelah tim putri China gagal meraih gelar Piala Uber 2026 usai kalah dari Korea Selatan di partai final.
Di sisi lain, meski gagal meraih gelar perdana, penampilan Prancis sepanjang turnamen menunjukkan perkembangan signifikan. Tim tersebut mampu menantang negara unggulan dan muncul sebagai kekuatan baru, terutama di sektor tunggal putra yang tampil konsisten sepanjang kompetisi.