INFORMASI.COM, Jakarta - Kabar buruk menghampiri kubu Persib Bandung hanya beberapa pekan setelah mereka merayakan gelar juara Super League 2025/2026. Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) secara resmi menjatuhkan sanksi larangan pendaftaran pemain baru kepada klub berjuluk 'Maung Bandung' tersebut.
FIFA mengumumkan sanksi ini melalui laman resmi mereka, tepatnya dalam laporan FIFA Registration Bans. Dikutip pada Sabtu (30/5/2026), hukuman itu berlaku mulai 29 Mei 2026 dan berstatus 'Until Lifted', alias tanpa batas waktu yang ditentukan hingga ada pencabutan dari FIFA.
Akibatnya, Persib dilarang merekrut pemain anyar baik untuk tim senior maupun kelompok usia putra.
Sanksi di Tengah Kegemilangan dan Target ACL 2
Situasi ini menjadi tamparan keras bagi skuad asuhan Bojan Hodak yang baru saja mencatatkan three-peat, yaitu tiga kali juara beruntun di kompetisi domestik. Tanpa kemampuan mendaftarkan pemain baru, langkah Persib dipastikan akan semakin berat ke depan.
Memberatnya karena Persib tidak hanya akan berlaga di kompetisi domestik musim depan, tetapi juga wajib tampil di AFC Champions League (ACL) 2 musim 2026/2027. Dengan sanksi ini, skuad Maung Bandung hanya bisa mengandalkan para pemain musim lalu—itu pun dengan catatan tidak ada satu pun yang hengkang ke tim lain.
Di sisi lain, isu kepindahan pemain sudah mulai berkembang. Isu itu muncul akibat sejumlah kontrak yang tidak diperpanjang hingga ada pemain yang memutuskan pindah ke klub lain. Beberapa nama yang santer dikabarkan bakal meninggalkan Persib antara lain Federico Barba, Patricio Matricardi, Sergio Castel, hingga Robi Darwis.
Berawal dari Kasus Luis Milla yang Berujung ke CAS
Menilik ke belakang, Persib pernah memiliki masalah serius yang bahkan melanglang hingga ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport atau CAS). Semuanya berawal dari pengunduran diri pelatih Luis Milla di awal musim 2023/2024 yang dilakukan secara mendadak.
Manajemen Persib kala itu menggugat Luis Milla ke CAS dengan alasan adanya dugaan pelanggaran kontrak di balik keputusan mundur sang juru taktik. Namun proses gugatan itu tidak berjalan mulus. CAS justru menolak upaya gugatan dari manajemen Persib.
Putusan itu diketuk pada 20 Desember 2024. Dalam amar keputusannya, CAS menyatakan bahwa banding yang diajukan oleh PT Persib Bandung Bermartabat pada tanggal 16 April 2024 terhadap keputusan Kamar Status Pemain Pengadilan Sepak Bola FIFA yang dikeluarkan pada 20 Februari 2024 ditolak.
"Pengadilan Arbitrase Olahraga memutuskan bahwa, banding yang diajukan oleh PT Persib Bandung Bermartabat pada tanggal 16 April 2024 terhadap keputusan yang dikeluarkan oleh Kamar Status Pemain Pengadilan Sepak Bola FIFA yang dikeluarkan pada tanggal 20 Februari 2024 ditolak," demikian bunyi putusan itu.
Dalam pertimbangannya, CAS menyatakan bahwa Luis Milla tidak melanggar perjanjian kerja saat memutuskan berhenti sebagai pelatih Persib Bandung. Konsekuensinya, CAS menghukum Persib untuk membayar sisa gaji Luis Milla sebesar EUR 18.064,5 atau setara sekitar Rp300 juta.
Pernah Juga Berurusan dengan Daisuke Sato
Selain kasus Luis Milla, Persib juga pernah berseteru dengan pemainnya sendiri, Daisuke Sato. Bek kiri asal Filipina itu kontraknya berakhir lebih cepat setelah ia didepak pada pertengahan musim 2023/2024.
Daisuke Sato kemudian menggugat Persib ke FIFA. Hasilnya, klub diharuskan membayar lebih dari Rp3 miliar kepada sang pemain.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti apakah sanksi larangan pendaftaran pemain dari FIFA ini terkait dengan kasus Luis Milla, kasus Daisuke Sato, atau masalah lain yang belum terungkap.